"Beliau orangnya memang tidak populis, tetapi lebih berkesinambungan meskipun tidak dipuja-puja," ujar ekonom Raden Pardede yang ikut dalam rombongan Boediono ke Bandung kepada detikFinance di atas kereta Parahyangan, Jumat (15/5/2009).
Raden yang juga merupakan Ketua Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) ini menyatakan, Boediono bukanlah tipe penganut kebebasan pasar. Sistem kebebasan pasar itu sudah dianggap sebagai biang keladi dari terjadinya krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan calon Gubernur BI ini, justru melihat Boediono sangat memperhatikan masalah kemiskinan. Ini terbukti saat Boediono menjadi Menko Perekonomian, sejumlah proyek kemiskinan digeber seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Saya lihat pak Boediono concern mengatasi kemiskinan seperti BLT dan BOS. Memang pak Boediono orang yang dibutuhkan pemerintah. Dengan pak Boediono, pemerintah nanti akan mampu menyeimbangkan ekonomi. Tidak ada ekstrim tidak ada ekstrim kanan. Harus ada interaksi antara presiden dengan wakil presiden untuk menyusun kebijakan perekonomian," urainya.
Raden juga meyakini jika nanti resmi maju sebagai cawapres, Boediono akan mundur sebagai Gubernur BI. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi benturan kepentingan.
"Kita akan lihat nanti. Saya pikir dia akan mundur dan dia akan menunjukkan kelasnya. Kita tunggu saja. Dugaan saya, dia orang yang correct dalam arti tidak akan abu-abu, tidak berada di grey area untuk menjaga terjadinya benturan conflict of interest. Pak Boediono selalu punya garis yang jelas. Kita lihat nanti, bagaimana dia membangun pemerintahan bersama pak SBY," pungkasnya. (qom/ir)











































