Pengganti Boediono Lebih Baik dari Internal BI

Pengganti Boediono Lebih Baik dari Internal BI

- detikFinance
Jumat, 15 Mei 2009 13:40 WIB
Pengganti Boediono Lebih Baik dari Internal BI
Jakarta - Sosok pengganti Boediono di kursi Gubernur Bank Indonesia masih tanda tanya. Namun bagi kalangan perbankan, Gubernur BI haruslah orang yang sudah piawai di sektor perbankan dan akan lebih baik jika sudah terbiasa berprofesi di bank sentral alias dari kalangan internal.

Menurut Ketua Perbanas Sigit Pramono, secara teoritis pengganti Boediono adalah seorang bankir dari bank sentral. Sosok dari internal ini dinilai sudah berpengalaman dan paham ekonomi makro.

"Kalau dari dalam, mereka sudah berkarir melalui jenjang-jenjang jabatan Direktur, Deputi Gubernur. Kalau bukan dari DGS, ya Deputi Gubernur, kan tugasnya sama, jadi sudah mengerti," katanya disela-sela Seminar Apconex di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (15/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai aturan, jika Gubernur BI berhalangan memimpin BI maka Deputi Gubernur Senior bisa menggantikan sementara. Hal serupa pernah terjadi ketika Anwar Nasution yang menjabat sebagai DGS harus menjalankan tugas sebagai Gubernur BI.

"Waktu itu Gubernur berhalangan menjalankan sebuah tugas, maka yang menjalankan tugas adalah DGS, sama halnya seperti saat ini," ujar Sigit.

Sigit meyakini jika DGS yang menjalankan tugas sebagai Gubernur BI akan didukung oleh segenap Deputi Gubernur dan Direktur-direktur Direktorat BI. "Karena yang menjalankan fungsi-fungsi secara teknis kan segenap Direktur dan Deputinya, kita tidak perlu menghawatirkan hal tersebut," tutur Sigit.

Nantinya, lanjut Sigit, jika memang akan ada pemilihan Gubernur BI yang baru, maka lebih layak jika dari seorang bankir di bank sentral atau orang yang sudah mempunyai pengalaman dan pemahaman terhadap pengelolaan ekonomi makro.

Meski begitu, ia menjelaskan peluang masuknya sosok dari luar BI tetap saja ada. Baginya, siapapun pengganti Boediono baik dari luar atau dari dalam BI, semuanya harus melampaui proses politik di DPR.

"Itu hal yang utama, namun bisa juga dari luar BI, yang penting harus melalui proses politik yang disetujui DPR," tegas Sigit.

Menurut kabar yang beredar, jika pengganti Boediono harus diambil dari luar BI, maka sosok yang pantas menggantikannya adalah Sri Mulyani.

Di tempat yang sama, Direktur PT Bank Danamon, Jos Luhukay berpendapat, jika nantinya siapapun yang menjabat sebagai Gubernur BI dapat menjamin kelanjutan kebangkitan kembali ekonomi Indonesia.

"Yang penting dapat memberikan jaminan bahwa program dilakukan oleh Gubernur BI terdahulu dan Dewan Gubernurnya masih berlanjut dengan baik, saat ini kesinambungan merupakan hal yang penting, tidak bisa masa krisis ini kita berubah haluan dan mengubah rencana-rencana," tuturnya.Β Β Β 

Jos mengatakan, bisa terjadi kemungkinan calon pengganti Boediono adalah internal dari BI sendiri. "Namun jika kita lihat masuknya Darmin, merupakan satu upaya yang bukan main atau luar biasa, kiprah Darmin di Departemen Keuangan bukan di BI," jelas Jos.

Nanti, lanjut Jos, akan dilihat apakah Darmin bisa terus melanjutkan kiprah dan kebijakan yang dibentuk oleh Budiono.

"Karena itu yang akan jadi suatu kunci, jika tidak apa yang sudah perbankan lakukan selama satu tahun kepemimpinan Boediono bisa pupus," tutur Jos.

Perbankan selama kepemimpinan Pak Boediono menurut Jos, cukup banyak yang telah dilakukan, seperti pemantapan dunia perbankan dan sebagaian berupa relaksasi dari regulasi yang dikeluarkan.Β 

"Kita melihat bahwa kiranya, perubahan-perubahan ini bisa berlanjut dan berkesinambungan sampai tuntas di bawah kepemimpinan Gubernur BI yang baru," pungkasnya.
(lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads