Gunarni merupakan mantan Dirut Bank Mandiri yang kini menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri. Wanita yang juga pernah jadi Ketua Perbanas ini baru saja dikalahkan Darmin Nasution dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.
Sementara Agus Martowardojo, yang kini menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri pernah bersaing dengan Raden Pardede memperebutkan kursi Gubernur BI. Namun keduanya tidak memenuhi kriteria Komisi XI sehingga tidak ada yang lolos uji kelayakan.
Β
Menurut pengamat hukum perbankan Pradjoto, Gunarni Soeworo memiliki kemampuan perbankan yang tak diragukan lagi serta kepribadian yang baik. Sedangkan Agus merupakan sosok yang sudah terkenal piawai menggiring transformasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Pradjoto menegaskan, akan lebih baik jika Gubernur BI yang baru dipilih dari kalangan internal Bank Indonesia. Menurutnya, saat ini BI memiliki cukup sumber daya manusia yang memadai untuk menggantikan Boediono di pucuk pimpinan bank sentral.
Sosok yang dimaksud Pradjoto ternyata adalah Hartadi A Sarwono yang sekarang menjadi Deputi Gubernur BI.
"Orang di dalam BI ada yang memiliki kemampuan dan baik, yaitu pak Hartadi. Nggak ada salahnya orang dalam yang jadi calonnya, itu akan lebih baik," katanya.
Ia menambahkan, sosok Hartadi juga sangat sesuai dengan kriteria banyak pihak yang meminta agar Gubernur BI piawai dalam kebijakan moneter. Baginya, untuk kriteria itu Hartadi sudah yang paling sesuai.
"Itu mah nggak ada lagi selain Hartadi. Nanti juga akan di back up oleh Pak Darmin sebagai DGS. Hartadi orang yang berdedikasi tinggi, baik dan pintar," tegasnya.
Lalu bagaimana dengan sosok Sri Mulyani yang santer muncul sebagai pengganti Boediono?
Bagi Pradjoto, sosok sehebat Sri Mulyani sangat sayang jika harus dipindah ke bank sentral. Ia lebih cocok menangani ekonomi dari kabinet.
"Nama-nama seperti Sri Mulyani, dia memang orang baik. Tapi sangat disayangkan kalau dia ke BI. Sebaiknya dia atasi persoalan di kabinet, termasuk fiskal," katanya.
(lih/ir)











































