Isu strategis pertama menyangkut intermdiasi. Dalam hal ini Perbanas akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun-tahun mendatang yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi global.
Menurut Ketua Perbanas Sigit Pramono, Perbanas akan terus membuka dialog dengan sektor riil dan sejumlah asosiasi industri seperti Kadin, Apindo, HIPMI, REI dan sejumlah asosiasi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu strategis kedua adalah tentang Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Bersama regulator Perbanas akan berperan aktif melakukan penyempurnaan definisi dan desain API sesuai kondisi terkini dan yang akan datang.
Isu strategis ketiga menyangkut manajemen risiko. Perbanas mengusulkan pemenuhan kepatuhan atas Basel II dengan tetap mempertimbangkan kondisi realistis Perbankan nasional. Perbanas mengusulkan agar pelaksanaan PSAK 50/55 dapat ditangguhkan sampai 2012.
Selain itu Perbanas mendukung IBI untuk melakukan sertifikasi manajemen risiko dan mengusulkan kepada BI untuk merevisi PBI yang terkait sertifikasi tersebut.
Isu strategis keempat terkait hubungan kelembagaan, Perbanas akan berperan aktif untuk duduk bersama dan setara sebagai mitra strategis pemerintah, DPR dan BI untuk mengakomodasi kepentingan anggota-anggotanya.
Isu strategis kelima, Good Corporate Governance. Perbanas terus mendukung pelaksanaan daripada GCG yang berkesinambungan.
Isu strategis keenam, tentang arsitektur teknologi perbankan Indonesia (ATPI), Perbanas berperan aktif bersama-sama dengan regulator dalam melaksanakan pemenuhan kepatuhan PBI tentang IT dengan memberikan ruang gerak yang cukup kepada perbankan.
Β Β Β
Isu strategis ketujuh, guna meningkatkan kompetensi SDM perbankan, Perbanas mendorong ABFI Institute untuk dapat melaksanakan link and match dengan kebutuhan anggota Perbanas.
Β Β Β
Isu strategis kedelapan, kongres memandatkan agar Perbanas menjadi wadah tunggal asosiasi bank-bank di Indonesia.
Bank Asing Menjadi Anggota
Perubahan AD/ART juga menjadi agenda kongres yang ikut menentukan perjalanan Perbanas ke depan. Perbanas akan lebih membuka diri dengan menerima bank-bank asing sebagai anggota luar biasa. Namun keputusan tersebut masih membutuhkan referendum dari seluruh anggota Perbanas yang berjumlah 77 bank.
"Selain perubahan keanggotaan, kongres juga memutuskan untuk menyempurnakan etika bisnis dengan menjabarkan lebih rinci untuk menjadi pegangan anggota dan nasabah," papar Sigit.
(dru/lih)











































