Nama-nama tersebut antara lain Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono dan Deputi Gubernur Senior terpilih Darmin Nasution.
Menurut Kepala Ekonom BNI, Tony Prasentiantono, Hartadi Sarwono dianggap pas menggantikan Boediono karena memiliki karakter yang sama dengan guru besar FE UGM itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok lainnya adalah Darmin Nasution yang kini masih menjabat sebagai Dirjen Pajak. Menurut Tony, mantan Dirjen Pajak ini merupakan sosok yang bersih, integritas tinggi, dan berani mengambil keputusan dlaam tempo relatif cepat (decisive).
"Tapi Darmin orang baru di BI, belum teruji dalam menangani moneter. Namun dia memiliki leadership yang kuat," ungkap Tony.
Namun jika harus memilih, Tony menyarankan Hartadi sebagi orang yang layak menduduki posisi BI 1.
"Jika harus memilih, saya sedikit lebih condong ke mas Didik (Hartadi). Biarlah dua orang itu berduet sebagai Gubernur dan Deputi Senior Gubernur,"Β tandas Tony.
Terkait munculnya nama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai salah satu calon Gubernur BI, Tony menilai Plt Menko Perekonomian itu sudah pas dengan posisinya sekarang.
"Mbak Ani sangat kita perlukan sebagai Menkeu. Agak susah mencari Menkeu sekaliber dia sekarang ini," ungkap Tony.
Boediono kini tercatat sebagai Gubernur BI dengan masa jabatan tersingkat. Boediono dilantik pada 22 Mei 2008 dan mengundurkan diri pada 16 Mei 2009. Sesuai dengan UU BI no 23 tahun 1999 yang telah menjadi UU No 3 tahun 2004, jika Gubernur BI mengundurkan diri, maka Deputi Gubernur Senior yang menggantikan. Saat ini posisi Deputi Gubernur Senior masih dijabat Miranda Goeltom hingga 26 Juni 2009.
Dan jika Deputi Gubernur Senior berhalangan, maka bisa digantikan oleh Deputi Gubernur paling senior. Hartadi Sarwono kini tercatat sebagai Deputi Gubernur paling senior.
(epi/qom)











































