"Dulu saja saat Gubernur kita dipenjara, tugas BI tidak tergganggu, sebab keputusan diambil oleh Dewan Gubernur keseluruhan, tidak tergantung hanya pada satu orang saja. Jadi mundurnya Pak Boediono tidak ada masalah," kata Ketua Umum IPEBI (Ikatan Pegawai Bank Indonesia) Dian Ediana Rae kepada detikFinance, Sabtu (16/5/2009).
Dengan pengunduran diri Boediono sebagai Gubernur BI setelah menjadi Cawapres, Dian mengatakan posisi Gubernur secara otomatis akan digantikan oleh Deputi Gubernur Senior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai sosok Boediono, Dian menyatakan guru besar FE UGM itu adalah orang yang penuh kehati-hatian dan pertimbangan penuh.
"Beliau orang yang tidak punya ambisi dan lurus-lurus saja, tapi malah dia yang terpilih menjadi Cawapres," ujarnya.
Pemilihan Boediono sebagai cawapres mendampingi SBY ini sekaligus menjadi prestasi sendiri bagi bank sentral ini.
"Kami mendukung Boediono. Pencalonan Boediono itu sebuah penghormatan tersendiri bagi pejabat bank sentral, setelah 2 Gubernur BI lainnya berakhir dengan posisi yang memprihatinkan," tuturnya.
Namun Dian berharap pengganti posisi Gubernur BI nantinya adalah orang yang tepat dan punya kapasitas sejajar dengan Boediono.
"Kami berharap pengganti Pak Boediono adalah orang yang kalibernya sama, jangan sampai calonnya orang yang kontroversial. Sebab dalam kondisi ekonomi saat ini, Indonesia butuh bantuan dari figur pemimpin bank sentral yang baik," pungkasnya.
Terkait pemilihan Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior BI, Dian menilai sosok Dirjen Pajak tersebut tepat untuk posisi tersebut.
"Potensi Pak Darmin cukup besar dan latar belakang pendidikannya pun tidak diragukan lagi," katanya.
(dnl/qom)











































