Miranda Goeltom 2 Kali Pimpin BI

Miranda Goeltom 2 Kali Pimpin BI

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2009 16:20 WIB
Miranda Goeltom 2 Kali Pimpin BI
Jakarta - Miranda Goeltom pernah dikalahkan oleh Burhanuddin Abdullah saat pemilihan Gubernur BI. Meski kalah, Miranda ternyata tetap bisa menjadi orang nomor 1 di Bank Indonesia.

Miranda tercatat dua kali memimpin Bank Indonesia. Pertama, saat Burhanuddin ditahan karena kasus aliran dana YPPI. Dan terakhir adalah ketika Boediono mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI untuk menjadi cawapres SBY per 16 Mei. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Miranda praktis menjadi pemimpin BI sesuai dengan UU.

Miranda menegaskan, pengunduran diri Gubernur diyakini tidak akan mempengaruhi kinerja BI, termasuk kasus terakhir saat Boediono mengundurkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deputi Gubernur Senior menjadi pengganti. Kontinuitas dari pada kebijakan BI tidak perlu dipermasalahkan karena jelas secara UU sudah diatur prosedurnya," tuturnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2009).

Dalam pengambilan keputusan tertinggi di BI adalah Rapat Dewan Gubernur yang dipimpin oleh Gubernur kalau Gubernurnya ada, atau dipimpin oleh DGS (Deputi Gubernur Senior) sehari-hari juga.

Dalam Undang-Undang BI, dikatakan sebagai pengganti sementara posisi Gubernur BI adalah Deputi Gubernur Senior.

"UU-nya kan jelas keputusan tertinggi dan keputusan strategis di BI adalah Rapat Dewan Gubernur, yang dipimpin oleh Deputi Gubernur Senior sebagai pengganti kalau Deputi Gubernur Seniornya berhalang baru Deputi Gubernur yang lain, itu di UU," katanya.

Masa tugas Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI akan habis 24 Juni mendatang. Miranda menjadi DGS BI menggantikan Anwar Nasution setelah mengalahkan rekannya, Budi Rochadi dan Hartadi Sarwono.

Pada tahun 2003, Miranda sempat menjadi rival Burhanuddin Abdullah untuk bersaing memperebutkan posisi BI-1. Rival lainnya adalah Cyrillus Harinowo.

Terkait pencalonan Boediono menjadi Wakil Presiden, Miranda mengatakan dirinya senang dengan hal tersebut.

"Pak Boediono kan sudah tahu apa yang dia bikin, kita senang saja, kita senang deh," ujar wanita kelahiran 19 Juni 1949 itu.

Sementara itu di tempat yang sama, Deputi Gubernur Senior BI yang akan dilantik yaitu Darmin Nasution, belum mau berkata banyak jika seandainya dirinya diajukan sebagai Gubernur BI.

"Jangan berandai-andai dululah," imbuhnya singkat.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads