Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, rencana tersebut dilakukan untuk memperkuat modal bank plat merah. Namun menurutnya, saat ini posisi modal Bank BUMN dirasa masih kuat.
"Dalam keadaan sekarang CAR (Capital Adequacy Ratio) bank permerintah memang bagus. Tapi kalau (konversi) itu dilakukan, ya B to B saja. Tidak merupakan kebijakan umum. Itu baru diskusi aja," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya waktu itu untuk memperkuat equity-nya. Tapi sekarang equity oke-oke aja. Saya kira enggak (perlu)," ucapnya.
Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto sebelumnya mengungkapkan rencana mengkaji konversi deposito milik BUMN asuransi yang disimpan di BUMN Perbankan menjadi subdebt. Rencana tersebut diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2009.
(ang/qom)











































