"Saya rasakan cukup berat meninggalkan institusi yang berkaitan erat dengan hidup saya tapi panggilan tugas membawa saya pada kesimpulan saya harus meninggalkan institusi ini," ujar Boediono dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (19/5/2009).
Boediono menyatakan dirinya memang sudah memutuskan untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pilpres 2009 ini. Dan untuk menghindari benturan kepentingan dan agar tidak mengganggu independensi BI, maka pengunduran diri dianggap sebagai jalan terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski merasa berat di awal-awal, namun Boediono merasa lega saat meninggalkan BI karena diyakini segala keputusan di bank sentral tetap bisa diambil dengan baik. Kekosongan kursi Gubernur BI diyakini tidak akan menimbulkan masalah.
"Saya meninggalkan institusi ini dengan lega sekarang karena proses pengambilan keputusan sudah well established dan mantap sehingga kalau ada kekosongan kursi gubernur sekarang tidak jadi masalah," urainya.
"Selain itu saya juga merasa lega meninggalkan BI karena situasi moneter dan perbankan kita solid. Saya harap rekan-rekan saya tidak akan menghadapi suatu hal yang tidak bisa mereka hadapi. Jadi suasananya sudah bagus dan hati saya tenang meninggalkan institusi ini," imbuhnya.
Boediono berjanji jika dirinya dan SBY terpilih, maka dirinya akan tetap mengupayakan independensi BI dan memberikan sumbangan maksimal bagi perekonomian.
"Kalau mandat rakyat ternyata nanti diberikan kepada pak SBY dan saya, saya juga nanti akan kawal BI supaya menjaga lembaga yang independen dan memberi sumbangan yang maksimal bagi perekonomian Indonesia," pungkasnya.
(qom/lih)











































