Grup Head Wealth Management Mandiri Inkawan D Jusi mengatakan posisi penyumbang terbesar sebelumnya dipegang oleh tabungan, yaitu sebesar 50 persen.
"Kini tabungan hanya sekitar 20 persen, sisanya produk investasi lainnya," ujarnya di sela Workshop Reksadana di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2009).
Menurutnya, kenaikan porsi deposito tersebut dipicu oleh banyaknya nasabah yang memindahkan portfolionya dari produk investasi lain ke deposito. Hal tersebut dilakukan pada saat kondisi krisis seperti ini, dimana nasabah mencari investasi jangka panjang yang lebih aman.
"Nasabah reguler banyak yang cut loss pindah ke deposito. Increase per bulannya bisa naik 10 persen. Itu dana baru yang masuk ke deposito," imbuhnya.
Sementara itu, mengenai fitur Installment Plan Reksa Dana, ia menargetkan bisa meraup dana sekitar Rp 1 triliun, baik dari investor baru maupun lama.
"Paling tidak kita bisa dapat Rp 1 triliun dari yangg baru maupun yang existing," ujarnya.
Sulit Turunkan Bunga Deposito
Â
Dalam kesempatan tersebut, Inkawan juga menyatakan bahwa Bank Mandiri masih sulit untuk menurunkan suku bunga deposito. Hal ini dikarenakan cost of fund perseroan sudah naik 40 persen dari tahun lalu.
Â
"Susah itu (turunkan bunga deposito). Cost of fund kita sudah naik sekitar 40 persen. Tapi masih untung karena bunga kredit juga belum turun banyak. Mulai bulan ini kita lihat," ungkapnya.
(ang/ir)











































