Bank Mega Bagi Saham Bonus

Bank Mega Bagi Saham Bonus

- detikFinance
Rabu, 20 Mei 2009 18:15 WIB
Bank Mega Bagi Saham Bonus
Jakarta - PT Bank Mega Tbk membagikan saham bonus 70:67. Penambahan saham bonus ini diharapkan bisa menambah jumlah unit saham yang beredar di masyarakat sehingga perdagangan saham perseroan menjadi lebih likuid dan mencerminkan kinerja perseroan.

Rasio pembagian Saham Bonus adalah 70:67 atau berarti setiap pemegang 70 saham Perseroan pada tanggal Daftar Pemegang saham yang ditentukan, akan memperoleh 67 Saham Bonus yang merupakan saham baruΒ  yang akan dikeluarkan dengan nilai nominal Rp 500 Per saham.Β 

"Berdasarkan rasio pembagian tersebut, maka jumlah saham baru yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 1.555.781.337 saham, dengan demikian jumlah saham perseroan menjadi 3.181.224.525 saham," ujar Dony Oskaria, Senior Vice President/Corporate Secretary Bank Mega dalam siaran persnya, Rabu (20/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RUPS LB Bank Mega juga menyetujui tidak ada pembagian dividen. Seluruh laba perseroan sebesar Rp 501,7 miliar akan dipergunakan untuk memperkuat permodalan dan kepentingan ekspansi usaha.

Kinerja Bank Mega
Β 
Hingga Maret 2009, kredit Bank Mega mengalami peningkatan 22% dari Rp 14,90 triliun pada Maret 2008 menjadi Rp. 18,14 triliun pada Maret 2009.Β  Pertumbuhan kredit ini menyebar merata di semua segmen, kredit korporasi meningkat sebesar 25% dari Rp 7,08 triliun menjadi Rp 8,85 triliun.Β  Kredit komersial meningkat sebesar 17,7% dari Rp. 2,25 triliun menjadi 2,65 triliun.Β  Kredit konsumer meningkat sebesar 20,6% dari Rp. 5,45 triliun menjadi Rp. 6,57 triliun.

Angka pertumbuhan di bidang kredit itu dapat dimbangi dengan rasio kredit bermasalah (NPL-gross) yang sebesar 1,95%.Β  Hal ini menunjukkan sangat baiknya kualitas kredit yang disalurkan, proses kredit yang lebih prudent, serta monitoring kredit yang sangat ketat.Β 

Sementara itu Dana Pihak Ketiga mencatat pertumbuhan sebesar 18,9% dari Rp 25,85 triliun pada posisi Maret 2008 menjadi Rp 30,73 triliun pada posisi Maret 2009.Β  Giro bertumbuh sebesar 6,2% dari Rp 5,60 triliun menjadi Rp. 5,94 triliun. Tabungan meningkat sebesar 7,7% dari Rp 6,10 triliun menjadi Rp. 6,54 triliun. Sementara untuk deposito bertumbuh sebesar 28,7% dari Rp 14,18 triliun menjadi Rp 18,25 triliun.

Namun sehubungan dengan ekspansi usaha yang berupa pengembangan jaringan kantor yang cukup agresif pada periode Maret 2008 ke Maret 2009 menyebabkan terjadinya peningkatan biaya overhead, khususnya yang berkaitan dengan biaya pegawai/SDM, biaya perlengkapan kantor, promosi, dan komunikasi.Β 

"Hal ini menyebabkan posisi laba bersih Bank Mega mengalami sedikit penurunan sebesar 5,5% dari posisi Rp 151,9 miliar pada periode Maret 2008 menjadi Rp 143,5 miliar pada periode Maret 2009," jelas Dony.


(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads