Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di Kampus LPPI, Kemang, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
"Sekitar US$ 1,4 miliar. Kenaikan ini sudah ada sejak bulan April yang lalu, seiring dengan penguatan rupiah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi biasanya dia masuk dulu di SBI nanti dia lihat saham prospeknya bagus, dia masuk lagi, keluar dari SBI masuk ke equity (saham). Lebih baik lagi kalau prospek investasi jangka menengah panjang baik, dari SBI akan lari ke investasi jangka menengah panjang, jadi jangan apriori dulu," tuturnya.
Jadi secara bertahap, dikatakan Hartadi, dana-dana asing di SBI ini akan kembali mengalir ke instrumen saham dan obligasi jika investor asig melihat ketidakpastian ekonomi berkurang.
"Kita biarkan karena orang secara bertahap untuk meningkatkan confidence pada kegiatan ekonomi. Mudah-mudahan dengan prospek yang bagus, tidak lagi masuk ke
SBI, kembali lagi ke SUN dan saham," paparnya.
(dnl/lih)











































