KPR Griya BNI Capai Rp 7,16 Triliun di April 2009

KPR Griya BNI Capai Rp 7,16 Triliun di April 2009

- detikFinance
Jumat, 22 Mei 2009 15:19 WIB
KPR Griya BNI Capai Rp 7,16 Triliun di April 2009
Jakarta - Posisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Griya pada akhir April 2009 mencapai Rp 7,16 triliun. Posisi ini tumbuh 2,28 persen dibanding awal 2009 yang sebesar Rp 7,0 triliun.

Dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (22/5/2009), Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi mengatakan bahwa pertumbuhan KPR BNI Griya ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen serta keunggulan produk dengan suku bunga yang rendah dan proses yang cepat.

"BNI juga terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk sehingga memberi inspirasi kepada konsumen sesuai dengan tuntutan dan gaya hidup modern," ujar Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu,  General Manager Konsumer BNI Diah Sulianto mengatakan, pada tahun ini BNI menargetkan penjualan Rusunami sebanyak 3.000 unit dengan memberikan subsidi sebesar 12,5 persen dan bunga sebesar 9 persen. Selain di Jakarta, BNI akan memperluas dukungan untuk Rusunami ke Bandung.

"Masyarakat bebas membeli lewat BNI namun dengan penghasilan maksimal Rp 5 juta per-bulan," jelasnya.

Harga Rusunami, lanjut Diah, sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 144 juta. "Proyek penjualan Rusunami saat ini fokus di Jakarta, dan nanti di daerah Bandung akan segera dilakukan," tutur Diah.

Namun Diah menjelaskan KPR untuk Rusunami tidak sebanyak KPR komersil rumah sederhana sehat.

"Untuk rumah sederhana, bunganya 13 persen dan BNI menetapkan pembiyaan dengan harga Rp 56 juta ke bawah namun di daerah seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia juga mengatakan, bunga KPR komersil akan turun lagi pada bulan depan. "Bulan depan harapan kita Bunga kredit turun lagi sekitar 12,75 persen," tegasnya.   

Untuk KPR kredit komersil Diah menjelaskan target pembiyaan bisa mencapai 9 triliun. "Namun kita tidak begitu optimis, setidaknya 80 persen bisa sesuai target," ujarnya.

(dru/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads