Bank Danamon Miliki Outstanding Derivatif US$ 7 Juta

Bank Danamon Miliki Outstanding Derivatif US$ 7 Juta

- detikFinance
Senin, 25 Mei 2009 18:35 WIB
Bank Danamon Miliki Outstanding Derivatif US$ 7 Juta
Jakarta - Outstanding derivatif PT Bank Danamon Tbk (Danamon) sampai dengan triwulan pertama 2009 mencapai US$ 7 juta.

Demikian dikatakan Wakil Direktur Utama Danamon Josh Luhukay usai jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel JW.Marriot, Jakarta, Senin (25/5/2009).

"Sampai dengan tanggal 20 Mei 2009, ada 14 nasabah korporasi dengan market kontraknya sebesar US$ 7 juta dan kita sudah sisihkan provisi (pencadangan) dari laba ditahan sebesar US$ 3 juta," ujarnya.
   
Ia menegaskan, kondisi saat ini keadaannya lebih membaik dan memang transaksi derivatif tersebut tertolong oleh nilai tukar rupiah yang stabil dan cukup baik.
   
"Jadi sebenarnya keadaannya tidak parah lagi seperti akhir tahun lalu, ditahun ini mudah-mudahan bisa cepat selesai," jelasnya.
   
Josh mengatkan, salah satu nasabah korporasi yang sedang dalam proses mediasi adalah PT Esa Kertas Nusantara (EKN). "EKN saat ini masih terus dilakukan mediasi, dan secepat mungkin akan kami selesaikan," tutur Josh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tanggal 26 Mei 2009 ini, lanjut Josh, akan segera diputuskan hasil mediasinya. Namun ia memutuskan tidak tertutup kemungkinan ada perpanjangan waktu lagi agar mediasi tetap dilakukan.

"Mediasi dapat diperpanjang, dan akan kita serahkan kepada pengacara kita," katanya.
   
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Utama Danamon Sebastian Paredes mengatakan saat ini Danamon mempunyai likuiditas dan permodalan yang kuat.

"Terbukti dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di posisi 23 persen dan loan to deposit ratio (LDR) yang berada di posisi 80 persen per Maret 2009," tegasnya.
   
Permodalan dan likuiditas yang kuat, menurut Sebastian, akan membuat Danamon siap menghadapi risiko market dan pasar yang bergejolak termasuk rugi derivatif.

"Selain itu target pertumbuhan kredit kita pada tahun 2009 masih tetap sama seperti di awal tahun, yakni di bawah 10 persen dan kita tetap optimis dapat mencapai target tersebut," pungkasnya.

(dru/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads