Hal ini dikatakan oleh Presiden Direktur Allianz Indonesia Jens Reisch dalam acara seminar "Perspektif Ekonomi Asia setelah Krisis" di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
"Pada kuartal I-2009 gambarannya premi baru untuk asuransi jiwa adalah sebesar Rp 250 miliar atau naik 15% dibanding tahun lalu," ujarnya.
Reisch mengatakan industri asuransi di Indonesia masih cukup menjanjikan meskipun di tengah imbas krisis ekonomi global, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 masih diproyeksikan positif
"Untuk consumer product seperti asuransi jiwa dan kesehatan masih naik. Bahkan tahun ini nilai aset kami naik Rp 1,5 triliun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 5 triliun," katanya.
Dikatakannya penurunan produk asuransi di Allianz terjadi pada pembayaran premi sekaligus yang turun menjadi Rp 200 miliar di kuartal I-2009, dari Rp 450 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
"Peningkatan tertinggi pada asuransi jiwa, dimana omsetnya di kuartal I-2009 adalah Rp 1 triliun. Target premi kita tahun ini untuk asuransi jiwa dan kerugian adalah Rp 3,6 triliun, dari jumlah itu, sebesar Rp 2,5 triliun adalah asuransi jiwa," pungkasnya.
(dnl/qom)











































