Perbankan Dihantui Penurunan Laba di 2009

Perbankan Dihantui Penurunan Laba di 2009

- detikFinance
Kamis, 28 Mei 2009 15:40 WIB
Perbankan Dihantui Penurunan Laba di 2009
Jakarta - Tahun 2008 yang diakhiri dengan krisis keuangan global akibat kasus subprime mortgage masih menyisakan dampak pada tahun ini. Banyak bank yang diprediksi tak berhasil mencapai laba, bahkan sebagian mengalami penurunan laba.
Β Β Β 
Demikian hasil kajian tahunan Biro Riset InfoBank yang tertuang dalam "Rating 120 versi InfoBank 2009". Kajian tersebut dipublikasikan dalam press conference 'Rating 120 Bank Tahun 2009' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Untuk 2009, InfoBank memproyeksikan bank-bank masih akan dihantui oleh penurunan laba. Selain itu bank-bank yang kinerjanya sangat buruk akan bertambah jika aspek non performing loan (NPL) tidak dibenahi.
Β Β Β 
Menurut Biro Riset InfoBank, rapor perbankan pada kuartal pertama tahun 2009 telah menunjukan penurunan aktifitas perbankan. Karena selain menghadapi penurunan permintaan kredit, perbankan kini dihadapkan pada kenyataan menurunnya daya beli dan penurunan aktivitas ekonomi.

Kepala Biro Riset Perbankan Eko B Supriyanto mengatakan salah satu yang terberat adalah menghadapi bencana kredit bermasalah yang diperkirakan akan membesar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja keuangan perbankan tahun 2009 akan diwarnai restrukturisasi kredit macet, apalagi jika Bank Indonesia (BI) tidak berani melakukan pelonggaran kebijakan," jelasnya.

Ia menjelaskan ancaman kredit macet yang meningkatkan jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) ini akan jelas melelehkan laba dan pada akhirnya modal perbankan.

"Jadi sangat sulit suku bunga untuk turun, karena perbankan Indonesia tidak bisa hidup dari suku bunga rendah, karena memang tidak efisien dan mau laba besar," pungkas Eko.

Kinerja 2008


Hasil kajian itu juga menunjukkan laba yang dicetak industri perbankan tahun 2008 mencapai Rp 37,24 triliun atau hanya meningkat 13,06 persen dari tahun 2007 yang sebesar Rp 32,94 triliun. Sedangkan untuk pertumbuhan kredit terjadi pertumbuhan yang signifikan mencapai 30,05 persen meski dana pihak ketiga (DPK) hanya naik 16,82 persen.
Β Β Β 
Namun meski tahun 2008 dihantui krisis global, sebanyak 11 bank berhasil 'naik kelas' dari sebelumnya di kategori modal di bawah Rp 100 miliar menjadi bank bermodal di atas Rp 100 miliar. Dengan begitu, bank bermodal di bawah Rp 100 milar yang sebelumnya tercatat ada 24 bank berkurang menjadi hanya 13 bank.

Kajian Biro Riset InfoBank membagi bank dalam tiga kelompok berdasarkan besarnya modal sesuai dengan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yaitu bank bermodal di atas Rp 10-50 triliun, bank bermodal Rp 100 miliar-Rp 10 triliun dan bank bermodal di bawah Rp 100 miliar.

Kriteria InfoBank ini berdasarkan pada rasio kecukupan modal (CAR), NPL dan perkembangan pertumbuhan. Berikut rating 10 Bank berdasarkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) per Desember 2008 versi InfoBank.

Untuk kategori Bank Nasional
(Modal di atas Rp 10 triliun sampai dengan Rp 50 triliun)


  1. BRI (aset: Rp 246 triliun/modal: Rp 19 triliun) nilai total 94,01 / predikat sangat bagus
  2. The Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ (aset: Rp 29 triliun/modal: Rp 12 triliun) nilai total 89,95 / predikat sangat bagus.
  3. BCA (aset: Rp 245 triliun/modal: Rp 20 triliun) total 89,62 / predikat sangat bagus
  4. Mandiri (aset: Rp 358 triliun/modal: Rp 27 triliun) total 86,63 / predikat sangat bagus
  5. CIMB Niaga (aset: Rp 103 triliun/modal: Rp 12 triliun) nilai total 84,78 / predikat sangat bagus
  6. BNI (aset: Rp 201 triliun/modal: Rp 17 triliun) nilai total 82,79 / predikat sangat bagus

Kategori Bank dengan Kegiatan Usaha Terfokus Pada Segmen Usaha Tertentu
(Modal Rp 1 triliun sampai dengan Rp 10 triliun)


  1. BTPN (aset: Rp 13 triliun/modal: Rp 1 triliun) nilai total 99,13 / predikat sangat bagus
  2. Chinatrust Indonesia (aset: Rp 4 triliun/modal: Rp 1 triliun) nilai total 96,79 / predikat sangat bagus
  3. ANZ Panin (aset: Rp 10 triliun/modal: Rp 1 triliun ) nilai total 96,74 / predikat sangat bagus
  4. Bank Jateng (aset: Rp 13 triliun/modal: Rp 1 triliun) nilai total 96,29 / predikat sangat bagus
  5. UOB Indonesia (aset: Rp 12 triliun/modal: Rp 1 triliun ) nilai total 95,51 / predikat sangat bagus
  6. Bank Mestika (aset: Rp 4 triliun/modal: Rp 1 triliun) nilai total 94,87 / predikat sangat bagus
  7. Bank Jabar Banten (aset: Rp 26 triliun/modal: Rp 2 triliun) nilai total 94,53 / predikat sangat bagus
  8. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (aset: Rp 11 triliun/modal: Rp 2 triliun) total 93,91 / predikat sangat bagus
  9. Bank Mizuho Indonesia (aset: Rp 16 triliun/modal: Rp 2 triliun) total 93,67 / predikat sangat bagus
  10. Bank Danamon (aset: Rp 107 triliun/modal: Rp 9 triliun) nilai total 93,15 / predikat sangat bagus


(Modal Rp 100 miliar sampai dengan dibawah Rp 1 triliun)

  1. Bank Bengkulu
  2. Bank Sinar Harapan Bali
  3. Bank Woori Indonesia
  4. Bank BPD Bali
  5. Bank Sulsel
  6. Bank NTT
  7. Bank Jambi
  8. Bank Sumut
  9. Bank Sulut
  10. Bank Kesejahteraan Ekonomi

Bank dengan kegiatan usaha terbatas
(Modal dibawah 100 miliar)

  1. Bank Purba Danarta
  2. Bank Fama International
  3. Bank Ina Perdana
  4. Amin Bank
  5. Bank NationalNobu
  6. Bank CMB
  7. Bank Liman International
  8. Prima Bank
  9. Bank Artos Indonesia
  10. Bank Mitra Niaga
Β 

(dru/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads