Â
"Target kita di tahun ini 90 persen dari yang kita salurkan di 2008," ujar GM SME Bankin Standard Chartered Bank Indonesia Tonny Timor Basri di Hotel Shangrilla, Jakarta, Jumat (29/5/2009)
Â
Berdasarkan kriteria Standard Chatered Bank, perusahaan yang masuk ke kategori usaha kecil adalah perusahaan yang beromset Rp 20 miliar hingga Rp 100 miliar per tahun. Perusahaan yang masuk ke usaha menengah yaitu perusahaan yang beromset Rp 100-Rp 200 M per tahun, sedangkan perusahaan yang beromset diatas Rp 200 miliar masuk ke kategori perusahan komersial.
Â
"Untuk pembiayaan SME kami lebih fokus ke perusahaan yang menengah dan sudah beroperasi lebih dari lima tahun," ujar Tonny.
Â
Selama ini, imbuh Tonny, pihaknya paling banyak menyalurkan pembiayaan ke perusahan menengah yang bergerak di sektor manufacture dan trading.
Â
"Sektor bisnis kebanyakan lebih ke manufactoring dan trading. Ada plastik, chemical, printing, oil and gas kita juga ada," jelas Tonny.
Â
Tonny menjelaskan selain memberikan pembiayaan, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada nasabah mengenai bagaimana menggunakan fasilitas-fasilitas yang dapat memudahkan dalam melakukan transaksi.
Â
"Misalnya, kita dapat data dengan sejak krisis ekonomi banyak perusahaan tidak tahu menggunakan letters and credit dan kita kasih edukasi kepada mereka mengenai itu,"paparnya.
Â
Tonny optimis target penyaluran tersebut akan tercapai pada akhir tahun, meskipun pada bulan April penyalurannya ada penurunan. " Hingga Maret masih on target, namun April memang slow down. Tapi kami optimis full yearnya 90 persen akan tercapai," tandas Tonny.
(epi/lih)











































