Pengamat Ekonomi dan Perbankan, Ryan Kiryanto mengatakan inflasi mei yang rendah 0,04 persen sudah sesuai perkiraan, karena faktor-faktor pembentuk inflasi nyaris sudah tidak ada lagi.
"Alhasil inflasi kalender Januari - Mei 2009 atau tahun kalender juga rendah hanya 0,10 persen dengan inflasi yoy 6,04 persen. Perkembangan inflasi tersebut bisa menjadi pertimbangan BI untuk turunkan BI Rate 25 bps menjadi 7,0 persen," ujar Ryan melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (01/06/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan inflasi per Juni berkisar 6,1 persen dan per Desember 2009 (full year) 6,0 persen, sehingga BI rate di akhir tahun berpeluang ada di kisaran 6,5 persen -7,0 persen," jelasnya.
Selain itu, Ryan mengatakan turunnya inflasi bakal mendorong Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menurunkan suku bunga acuannya (LPS rate) dan suku bunga bank bergerak turun juga secara natural.
"Hal ini akan memberikan stimulus pada sektor riil," pungkasnya.
Sementara Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom mengatakan, ruang penurunan BI Rate masih terbuka. "Tapi kita nggak tahu kapan," katanya.
(dru/qom)











































