Demikian dikatakan Direktur Utama Bank Jabar Banten, Agus Ruswendi usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan Daerah Pasar Jaya (PD Pasar Jaya) di Gedung Arthaloka, Jakarta, Rabu (10/06/2009).
"Kredit yang disalurkan pada tahun 2008 mencapai Rp 3 triliun dan pada tahun 2009 diproyeksikan akan mencapai Rp 3,2 triliun," ujarnya.
Tahun 2009, lanjut Agus, Bank Jabar Banten akan tetap fokus di kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). "Program tahun ini salah satunya melakukan pengembangan bisnis usaha kecil dan menengah melalui pembiayaan pasar di Jakarta," katanya.
Bersama dengan Perusahaan Daerah Pasar Jaya (PD Pasar Jaya), Bank Jabar Banten menyediakan layanan beberapa layanan perbankan.
"Bank Jabar Banten akan memberikan pinjaman untuk pembelian Hak Pemakaian Tempat Usaha (HPTU) dan kredit modal kerja serta bimbingan kepada para pedagang di Pasar Jaya," jelas Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan PD Pasar Jaya akan menyediakan tempat usaha kepada pengusaha kecil dan menengah sebagai pedagang pemegang HPTU, serta membuka escrow account pada Bank Jabar Banten untuk pasar-pasar yang dibangun oleh PD Pasar Jaya.
Selain itu Agus menambahkan, pembiayaan konstruksi, pembenahan dan revitalisasi pasar jaya juga akan dilakukan oleh Bank Jabar Banten.
"Untuk pembenahan pasar, kita memberikan bunga kredit sebesar 13 sampai 14%," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan setidaknya dari 151 pasar yang dikelola PD Pasar Jaya, terdapat 59 pasar yang akan di perbaharui.
"Artinya sebagian dari 59 pasar tersebut akan dibangun menjadi baru dan sebagian lagi di revitalisasi," tuturnya.
(dru/dnl)











































