Β
Demikinan hal itu dikemukakan oleh Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masassya di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Β
"Kita dapat unrealized gain per Mei Rp 520 miliar," katanya.
Β
Perolehan gain itu cukup lumayan mengingat hingga akhir tahun 2008 lalu, perseroan masih mendapat unrealized loss sebesar Rp 2,7 triliun. Jamsostek secara perlahan mulai mengumpulkan lagi unrealized gain pada triwulan I-2009 meski jumlahnya sangat tipis.
Β
Menurutnya, dari investasi saham saja unrealized gain-nya mencapai Rp 900 miliar. Keuntungan itu didapat karena perseroan menginvestasikan dana ketika harga saham masih murah.
Β
"Tapi setelah di-blended (digabung) dengan yang lain hasilnya Rp 520 miliar tadi," ujarnya.
Β
Elvyn menambahkan, jika posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir tahun bisa tetap 2000 maka keuntungan tersebut bisa lebih besar lagi.
Β
Alokasi dana investasi Jamsostek di triwulan-1 komposisinya obligasi sebanyak Rp 30,9 triliun, deposito sebesar Rp 22,05 triliun, saham sebanyak Rp 8,95 triliun, reksadana Rp 1,87 triliun dan properti sebanyak Rp 503,5 miliar.
Β
Ia mengatakan, total dana investasi yang dipakai perseroan sepanjang 3 bulan pertama tahun 2009 sebanyak Rp 64,33 triliun. Sedangkan anggaran investasi yang tersedia hingga akhir tahun mencapai Rp 72,74 triliun.
Β
"Setiap bukan portofolio kita bisa berubah, karena kita lakukan balancing portfolio. Kita lihat sampai semester 1 nanti akan kita review atau tidak, saat ini komposisinya masih sama," ungkapnya.
(ang/qom)










































