Menurut Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masassya, sebagai modal awal, perseroan akan menyertakan dana sebesar Rp 500 miliar.
"Sekarang sedang dalam tahap pematangan termasuk dengan mitra, salah satunya ICD (Islamic Corporation Development) . Kita sedang tahap pembuatan MoU dan feasibilities study . Kita berharap tahun ini sudah ada hasilnya supaya bisa beroperasi awal tahun depan," katanya di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Anak usaha tersebut dibentuk khusus untuk mengelola direct investment perseroan sehingga bisa lebih fokus melihat sekotr mana saja yang prospektif untuk investasi.
Menurutnya, sektor investasi yang dibidik anak usaha tersebut fokus di dalam negeri. Dengan demikian bisa memberikan efek yang berkesinambungan terhadap perekonomian domestik.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, rencana pembentukan anak usahanya tersebut akan dimasukan dalam agenda RUPS perseroan berikutnya.
"Nanti kalau RUPSLB kan bisa bareng dengan RUPS kinerja semester pertama," imbuhnya.
(ang/dnl)










































