Hal ini dikatakan oleh Pengamat Ekonomi UGM Sri Adiningsih ketika ditemui di Wisma Eksekutif, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
"Sepertinya saat ini dolar AS dan Euro masih akan terus mendominasi, paling tidak untuk lima tahun ke depan," ujarnya.
Sri mengatakan untuk menerbitkan mata uang internasional yang baru seperti yang diusulkan oleh Cina pada forum G20 di London dibutuhkan waktu yang tidak singkat. "Bisa sampai 20 tahun", tandasnya.
Sebelumnya Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan kebutuhan akan mata uang internasional baru sangat realistis di tengah kondisi krisis ekonomi global.
"Secara realitas hari ini memang kebutuhan itu cukup real. Jadi memang harus ada modifikasi baru, atau tatanan baru termasuk dalam penggunan mata uang atau currency internasional," katanya.
Pemerintah Cina sendiri sudah lama gencar mempromosikan pemakaian mata uang Yuan sebagai mata uang dalam perdagangan internasional untuk perlahan menggantikan dominasi dolar AS.
(dnl/dnl)











































