BRI Syariah Incar Fee Based Income Rp 200 Miliar

BRI Syariah Incar Fee Based Income Rp 200 Miliar

- detikFinance
Jumat, 12 Jun 2009 16:25 WIB
BRI Syariah Incar Fee Based Income Rp 200 Miliar
Jakarta - Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) targetkan fee based income tahun 2009 sebesar Rp 200 miliar. Hingga Mei 2009, fee based income BRI Syariah baru sekitar Rp 50 miliar.

Demikian dikatakan oleh Direktur BRI Syariah, Eko B Suharno dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Indosat Tbk ditengah acara Indonesian Celular Show (ICS) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (12/06/2009).

"Melalui kerjasama-kerjasama dengan beberapa perusahaan, salah satunya Indosat kita targetkan fee based income kita sampai dengan akhir tahun 2009 akan mencapai Rp 200 miliar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko juga mengatakan lewat BRI Syariah Gadai, pihaknya optimis dapat mencapai target fee based tersebut. "Tahun ini kita akan tambah outlet BRI Syariah Gadai sebanyak 50 outlet di Jakarta," tukasnya.

"Dari permodalan kita sudah cukup kuat, hasil RUPS tanggal 19 Mei 2009 kemarin, pemegang saham sudah berkomitmen untuk menambah modal BRI Syariah sebesar Rp 500 miliar di tahun 2009 ini," jelasnya.

Dengan penambahan modal tersebut, lanjut Eko, modal BRI Syariah akan mencapai Rp 1 triliun. "Modal akan kita gunakan untuk ekspansi," tuturnya.

BRI Syariah dan Indosat Berikan Layanan Remittance

Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) bersama PT Indosat Tbk (Indosat) memberikan layanan pengiriman uang (remittance).
   
BRI Syariah menggandeng Indosat untuk penyediaan jasa kiriman uang (tranfer) dari luar negeri melalui pesan singkat (SMS) untuk meningkatkan transaksi remittance.
   
"Target transaksi remittance (pengiriman) di tahun 2009 sebesar Rp 5 miliar," jelasnya.
   
Eko mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan layanan transaksi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya kalangan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Jaringan induk usaha BRI yang luas hingga ke pelosok desa sangat mendukung layanan transfer uang dengan menggunakan ponsel tersebut.

Dia menyatakan layanan itu memudahkan para TKI untuk mengirimkan uang ke Indonesia baik yang bekerja di Qatar, Kuwait, Dubai, Arab Saudi dan Abu Dhabi.

(dru/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads