Berdasarkan hasil kajian statistik perbankan Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank
Indonesia disebutkan, pada bulan April 2009 total outstanding kredit perbankan
adalah Rp 1.297,635 triliun atau turun dibandingkan posisi Maret 2009 yang sebesar
Rp 1.305,389 triliun.
Namun outstanding kredit bank-bank BUMN masih mengalami kenaikan dari Rp 480,59
triliun di Maret 2009 menjadi Rp 484,482 triliun di April 2009.
Penurunan outstanding kredit terbesar terjadi pada kelompok bank asing dari Rp
110,054 triliun di Maret 2009 menjadi Rp 103,24 triliun di April 2009.
Dari data tersebut besaran suku bunga kredit perbankan masih cukup tinggi di kisaran
double digit meskipun BI rate berada di level 7,5%.
Untuk sektor pertanian rata-rata suku bunga kredit adalah 13,97%, pertambangan
14,01%, perindustrian 13,15%, listrik dan gas serta air 10,55%, konstruksi 14,5%,
perdagangan dan restoran 15,5%, pengangkutan dan komunikasi 12%, jasa dunia usaha 14,23%, jasa sosial 14,85%.
Masih tingginya suku bunga kredit perbankan ini tampaknya menjadi salah satu
hambatan keinginan masyarakat dan dunia usaha untuk meminta kredit dari perbankan.
Sementara dari sektor, ada beberapa sektor yang mengalami penurunan outstanding
kredit. Diantaranya adalah sektor pertambangan turun dari Rp 30,433 triliun di Maret
2009 menjadi Rp 29,07 triliun di April 2009.
Kemudian untuk sektor perindustrian juga turun dari Rp266,412 triliun di Maret 2009
menjadi Rp 254,39 triliun di April 2009. Sektor jasa dunia usaha baru juga menurun.
(dnl/dnl)











































