"Jangan main-main ke sektor pasar modal dan uang karena risikonya sangat besar," tegas Boediono dalam dialog dengan KADIN di menara KADIN, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (15/6/2009).
Boediono mengatakan, pasca krisis ekonomi global mau tidak mau harus dilakukan sesuatu guna mencegah hal serupa terulang di kemudian hari. Menurutnya bank harus kembali ke fungsi dasarnya.
"Saya sangat setuju bank harus kembali ke tugas utamanya yaitu membiayai sektor riil," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Boediono juga ditanyakan mengenai kemungkinan didirikannya suatu bank khusus pembiayaan sektor pertanian dan perikanan. "Saya tidak menjanjikan akan ada bank khusus petani dan nelayan, tapi misi bank BUMN kita pertajam. BRI tidak boleh melupakan khitohnya. Yang jelas kita akan mempertajam misi bank BUMN," ujar Boediono.
Tak Masalah Diberi Label Neolib
Boediono juga mengaku tidak masalah dengan label neoliberalisme yang kerap ditempelkan padanya. Baginya, memberi label pada orang lain merupakan bagian proses pendirikan demokrasi dan politik.
"Saya tidak terlalu mempermasalahkan soal pelabelan itu. Kita dalam proses pendidikan demokrasi dan politik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Neolib berasal dari AS, di AS saja neolib hanya di sayap kanan. Ada sayap yang bukan neolib. Saya kira masyarakat sudah rasional, dan tidak bodoh. Dikasih label neolib bisa percaya begitu saja," katanya.
Lalu bagaimana Boediono akan menjaga hubungan Indonesia dengan AS nanti jika terpilih?
"Saya belum memikirkan dengan AS akan gimana. Baik-baik saja lah," ujarnya. (dro/dro)











































