Industri Syariah Perlu Campur Tangan Pemerintah

Industri Syariah Perlu Campur Tangan Pemerintah

- detikFinance
Senin, 15 Jun 2009 15:55 WIB
Industri Syariah Perlu Campur Tangan Pemerintah
Jakarta - Campur tangan Pemerintah dalam ekonomi Islam khususnya perbankan syariah sangat diharapkan agar pertumbuhannya bisa signifikan.Demikian dikatakan oleh Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) A Riawan Amin usai menjadi pembicara dalam seminar Islamic Bank In The Light Of Global Financial Crisis di Graha Niaga, Jakarta, Senin (15/06/09).

"Sesuatu yang baik untuk negara jangan diserahkan kepada pasar. Itu adalah wewenang regulator, termasuk penetapan target pertumbuhan ekonomi syariah sebesar 25 persen itu," ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu capres yakni Jusuf Kalla memang menjanjikan pertumbuhan perekonomian syariah sebesar 25 persen dibawah kepemimpinannya. Riawan mengatakan untuk capai pertumbuhan ekonomi syariah 25 persen tidak akan susah, jika memang terdapat tiga hal penting.

"Yang pertama yakni kebijakan dari pemerintah yang terimplementasi ke perusahaan atau top down, kemudian fokus untuk dijalankan, dan yang ketiga yakni terdapat kebijakan yang tegas dan jelas. Maka, sambung Riawan memang dalam hal ini Pemerintah harus ambil bagian," tuturnya.

Riawan menegaskan, Pemerintah juga harus ambil bagian dalam mensosialisasikan sistem perekonomian syariah kepada bank-bank miliknya, yakni bank-bank BUMN. "Pemerintah juga harus mengupayakan perekonomian syariah dari perusahaannya sendiri," tegasnya.

Pemerintah harus balance dalam mendorong sistem perbankan. "Perbankan syariah harus didorong oleh perbankan konvensional, jangan hanya mengandalkan perbankan konvensional," jelasnya.

Riawan mengatakan selain mendorong perbankan syariah, pemerintah juga harus mendukung bank konvensional untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, namun tetap dalam koridor di bidang syariah.
(dru/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads