Demikian disampaikan praktisi perbankan syariah yang juga mantan Dirut Bank Muamalat Indonesia, Riawan Amin dalam Seminar Internasional bertajuk "Islamic Finance in the Turbulence Times: New Perspective on Poverty Alleviation and Global Financial Crisis" yang diadakan di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin 16/06/09.
Β
"Sebenarnya menurut persyaratan masih aman. Namun, jumlah itu tentu perlu diturunkan", ujarnya.
Β
Ia juga menekankan menjaga likuiditas jauh lebih penting daripada mempertahankan idealisme FDR di atas 100 persen. Seperti diketahui bahwa FDR perbankan syariah pada akhir kuartal 1 2009 adalah 101 persen masih jauh mengungguli perbankan konvensional yang sekitar 85 persen.
Β
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perbankan syariah mendukung sektor pertanian yang menampung 45 persen angkatan kerja, ia menyatakan hal tersebut sangat memungkinkan.Β
Β
Namun hal utama yang perlu diperhatikan dalam pembiayaan pertanian adalah feasibilitas dan bankabilitasnya.Β
Β
Ia berpendapat bahwa untuk membangun sektor agribisnis, perlu dipikirkan alternatif lembaga khusus seperti bank khusus pertanian atau sejenisnya.
(lih/lih)










































