Triwulan I-2009, Premi Asuransi Jiwa Nasional Turun Tipis 3,38%

Triwulan I-2009, Premi Asuransi Jiwa Nasional Turun Tipis 3,38%

- detikFinance
Selasa, 16 Jun 2009 14:10 WIB
Triwulan I-2009, Premi Asuransi Jiwa Nasional Turun Tipis 3,38%
Jakarta - Pendapatan premi asuransi jiwa nasional pada triwulan I-2009 mengalami penurunan tipis 3,38% menjadi Rp 13,47 triliun dari periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 13,96 triliun.

Namun dari segi total pendapatan asuransi jiwa, pada triwulan I-2009 masih malah membukukan kenaikan 26,02% menjadi Rp 16,76 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 13,30 triliun.

Demikian disampaikan Ketua umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina F Pietruschka dalam paparan kinerja AAJI di hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (16/6/2009).

Evelina mengatakan, menurunnya pendapatan premi asuransi itu tidak terlepas dari masih berpengaruhnya krisis keuangan global yang menerpa perekonomian dunia termasuk Indonesia sejak akhir tahun 2008 lalu.

Ia mengatakan, dari pertumbuhan total pendapatan asuransi jiwa ditopang oleh kenaikan pendapatan non premi pada triwulan I-2009 sebesar Rp 3,29 triliun atau tumbuh 411% dibandingkan dengan triwulan I-2008 sebesar minus Rp 643,94 miliar dan pendapatan premi mengalami penurunan tipis atau minus 3,38% dari Rp 13,96 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 13,47 triliun pada triwulan I-2009.

Ia optimis industri asuransi jiwa dengan kondisi perekonomian nasional yang baik akan kembali pulih. "Indikasi ini setidaknya dapat dilihat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan indeks Harga Saham Gabungan yang belakangan ini menunjukan tren menguat, serta kecenderungan turunnya tingkat suku bunga SBI," papar Evelina.

Selama triwulan pertama tahun 2009 pendapatan premi produksi baru (new business) sebesar Rp 8,9 triliun mengalami penurunan atau minus 11,52% dibandingkan dengan triwulan I-2008 yang mencapai 10 triliun.

"Namun pendapatan premi lanjutan (renewal) pada triwulan I-2009 sebesar Rp 4,6 triliun tumbuh 17,45% dibandingkan dengan triwulan I-2008 yang sebesar Rp 3,92 triliun," tuturnya.

Pendapatan non premi khususnya pos pendapatan investasi mencapai Rp 2,9 triliun atau tumbuh 331,64% dibandingkan dengan tahun lalu yang mengalami minus Rp 903 miliar.

Sementara itu, Executive Director AAJI, Stephen Juwono menjelaskan total klaimnya, industri asuransi jiwa pada triwulan pertama tahun 2009 juga mengalami peningkatan sebesar 9,9% atau sebesar Rp 7,2 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 6,5 triliun.

"Total aset yang turun hampir dibawah Rp 100 triliun pada akhir tahun 2008, pada triwulan pertama tahun 2009 mencapai Rp 101,3 triliun," katanya.

Ia menegaskan pada triwulan berikutnya di tahun 2009, industri asuransi jiwa akan terus mengalami peningkatan seperti di triwulan pertama 2009.Pelanggaran Kode Etik Keagenan
Dewan Standar Praktek dan Kode Etik Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (DSPKE-AAJI) sudah memasuki tahap akhir penyelesaian antar dua perusahaan anggota AAJI atas dugaan pelanggaran kode etik keagenan.

Ia mengatakan, dalam menyelesaikan kasus tersebut, telah dilaksanakan lima kali persidangan yang dihadiri oleh direksi dan perwakilan pihak yang berselisih.
   
"Nanti tanggal 22 Juni 2009 DSPKE sudah dapat mengeluarkan penetapan final terkait masalah ini," ujarnya.
   
Terkait dengan pelanggaran kode etik keagenan lainnya, Ia mengatakan Dewan Pengurus AAJI menghimbau seluruh masyarakat khususnya para pemegang polis untuk berhati-hati pada praktek twisting.
   
Twisting adalah tindakan membujuk pemegang polis untuk melepas /menebus polisnya untuk kemudian dibelikan polis lain tanpa memperhatikan kerugian pemegang polis.
   
"Termasuk dalam tindakan ini adalah penggunaan nilai tunai polis, baik melalui pinjaman polis atau dividen dari polis untuk membeli polisnya," tandasnya.
   
DSPKE-AAJI adalah badan independen yang dibentuk berdasarkan SK Munas AAJI tahun 2005 yang bertugas memeriksa, mengadili, menyelesaikan dan memberikan penetapan mengenai penyimpangan pelaksanaan standar praktek pemasaran prduk asuransi jiwa.
(dru/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads