Astra International dan Standard Chartered Bank sebagai pemegang saham mayoritas bertindak sebagai pembeli prinsipal.
Dengan aksi korporasi ini, maka diharapkan tingkat permodalan meningkat terhadap jumlah Aktiva tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan meningkatkan pula Rasio Kecukupan Modal (CAR), jauh melampaui ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, sebenarnya kualitas neraca Bank Permata tetap kuat. Namun saat ini kondisi terus berubah sehingga ada perubahan ekspektasi pasar atas ukuran permodalan.
"Oleh karena itu, kami melihat pentingnya modal yang lebih kaut di masa-masa yang penuh dengan dinamika ini. Disamping itu, permodalan yang lebih kokoh akan memberikan kami flaksibilitas dalam mengambil kesempatan untuk tetap tumbuh," ujarnya.
Dalam kondisi pasar global yang penuh tantangan ini, Bank Permata tetap berkomitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi segenap stakeholder tanpa mengabaikan prinsip dan praktek kehati-hatian perbankan serta senantiasa waspada. (qom/lih)











































