"Dananya akan kita gunakan untuk membiayai sindikasi utang yang jatuh tempo bulan Juli sebesar US$ 148 juta," katanya di sela BUMN Breakfast Meeting di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (17/6/2009).
Ia mengatakan, selain kelima bank yang menjadi mandatory lead arranger tersebut, ada sekitar 8-10 bank yang juga tertarik untuk masuk ke dalam sindikasi tersebut.
"Campur, bank dalam dan luar negeri," ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa bank dalam negeri yang tertarik untuk masuk antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk.
Dengan bertambahnya jumlah anggota sindikasi tersebut, bank plat merah tersebut mengharapkan bisa mendapat pinjaman hingga US$ 275 juta.
(ang/dnl)











































