Penyajian Data Statistik BI Kurang Lengkap

Penyajian Data Statistik BI Kurang Lengkap

- detikFinance
Rabu, 17 Jun 2009 15:37 WIB
Penyajian Data Statistik BI Kurang Lengkap
Jakarta - Data statistik perbankan yang disajikan Bank Indonesia (BI) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) masih dirasa kurang dan perlu ditambahkan.

Kepala Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto mengatakan data SPI yang dikeluarkan BI merupakan salah satu data yang paling akurat dan terpercaya, namun masih kurang lengkap penyajiannya.

"SPI sudah cukup menginformasikan kepada seluruh masyarakat dari semua kalangan dan merupakan data yang paling akurat, namun data SPI dirasa masih kurang lengkap," ujarnya dalam diskusi panel Statistik Perbankan Indonesia di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (17/06/09).

Eko mengusulkan, setidaknya masih ada lagi hal-hal penting yang harusnya dimasukkan dalam SPI. "Seperti penambahan data Dana Pihak Ketiga (DPK), BI setidaknya memasukkan data giro, tabungan dan deposito dari 10 bank-bank besar," tuturnya.

Selain itu, lanjut Eko, perlu di-breakdown lagi pengucuran kredit masing-masing bank. "Misalnya kredit-kredit KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) masing-masing bank agar para pemain kredit bisa melihat fokus dari bank-bank dalam menyalurkan kreditnya," tukasnya.

Pengamat Ekonomi dan Perbankan dari Indef Iman Sugema yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengatakan informasi data SPI harian dan mingguan sangat diperlukan untuk menjaga persaingan sehat perbankan dan mengefisienkan sistem perbankan. "Selain itu juga meningkatkan efektifitas kebijakan moneter," tuturnya.

Iman mengatakan perlunya menambahkan data tentang suku bunga masing-masing perbankan. "Harga (Suku Bunga) di perbankan justru merupakan bagian paling tertutup untuk dipublikasikan," jelasnya.

Disamping itu, Iman mengatakan perlunya BI memasukan data mengenai tingkat penilaian (ranking) tentang kesehatan perbankan berdasarkan penilaian kuantitatif dan kualitatif.

"Hal tersebut akan berguna untuk meningkatkan disiplin bank, pengawas bank dan nasabah," tegasnya.

Keakuratan data, lanjut Iman, sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan serta perencanaan, monitoring dan evaluasi.

"Hal ini akan berguna bagi para lembaga penelitian, dan akademisi serta semua kalangan masyarakat," pungkasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads