Asuransi Risiko Politik Diminati Selama Pemilu

Asuransi Risiko Politik Diminati Selama Pemilu

- detikFinance
Kamis, 18 Jun 2009 11:52 WIB
Asuransi Risiko Politik Diminati Selama Pemilu
Jakarta - Bisnis Asuransi Risiko Politik atau Political Risks Insurance (PRI) menjelang pemilihan presiden tahun 2009 (Pilpres) makin meningkat pertumbuhannya.

Bisnis PRI dari akhir tahun 2008 sampai dengan kuartal I-2009 terjadi peningkatan sebesar 10% atau mencapai sekitar Rp 51 miliar dari akhir tahun 2008 sebesar Rp 47,29 miliar. Menjelang pilpres 2009, para pialang asuransi memproyeksikan pertumbuhan bisnis PRI akan terus meningkat dengan target gross premi sampai dengan akhir tahun akan mencapai Rp 55 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sekaligus Presiden Director PT Asuransi Himalaya Pelindung, Kornelius Simanjuntak mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan karena kondisi keamanan dalam negeri dan regional.

"Selain bertambahnya investasi dan menjelang pilpres 2009, salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan adalah kondisi keamanan dalam negeri dan regional," ujarnya ketika menjadi pembicara dalam Seminar Political Risks Insurance di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Kamis (18/06/2009).

Ia menjelaskan, kondisi keamanan terkait situasi politik pasca pemilu legislatif menjelang pemilu presiden tanggal 8 Juli 2009 mendatang telah mengalami peningkatatan eskalasi. "Intrik, sabotase dan psy-war politik telah terjadi dengan suhu dan temperatur tinggi. Perdebatan dan saling serang antar calon makin menghangat dan sengit, apalagi terkait munculnya wacana neo liberal," papar Kornelius.

Pangsa pasar pengguna PRI, lanjut Kornelius, lebih banyak di mal-mal (shopping center) sebanyak 30%, Hotel sebanyak 20%, perkantoran mencapai 20%, apartemen 17%, bisnis ritel 10%, manufaktur 2% dan perumahan 1%.

"Potensi pasar masih cukup besar, ditambah kesadaran berasuransi masyarakat yang juga bertambah," jelasnya.

Namun, Ia menambahkan yang masih menjadi kendala bisnis PRI ini adalah kapasitas reasuransi.

"Kapasitas reasuransi dalam negeri masih terbatas disamping reasuransi asing juga sangat selektif dalam memberikan reasuransi kepada perusahaan-perusahaan asuransi domestik," pungkasnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads