Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan respon pemerintah AS atas persoalan krisis keuangan sangat baik, pengalaman krisis di AS setidaknya menjadi guru agar tidak terjadi kesalahan yang sama di Indonesia.
"Kita perlu mempertimbangkan dan mempelajari kebijakan-kebijakan pemerintahan Obama di AS, namun bukan berarti untuk meniru," ujarnya dalam Diskusi Panel Peran Bank Sentral Dalam Stabilitas Sistem Keuangan Dan Jaring Pengaman Sektor Keuangan di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (18/06/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut penting, tegas Muliaman, karena risiko sistemik akibat krisis akan dapat dicegah.
Ia mengatakan, selain hal tersebut yang pantas diambil dari kebijakan AS adalah mengenai perlindungan konsumen dan penguatan arus informasi dalam sistem keuangan.
"Untuk meminimalkan gap (kesenjangan), supervisi antara otritas satu dengan yang lain, identifikasi risiko antar industri, juga lembaga keuangan satu dengan yang lain. Ini esensi yang juga relevan kondisinya dengan Indoensia," ujarnya.
Koordinasi dan komunikasi, lanjut Muliaman, tidak bisa diperdebatkan lagi, apalagi terkait informasi yang menentukan stabilitas informasi lembaga keuangan.
Lebih lanjut, Muliaman juga menekankan pentingnya edukasi finansial untuk masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran akan resiko transaksi dengan lembaga keuangan.
"Selama ini tingkat edukasi finansial masyarakat kurang, jadi mereka kurang sadar resiko", tambahnya.
(dru/lih)










































