BI: Keputusan The Fed Berdampak Positif ke Indonesia

BI: Keputusan The Fed Berdampak Positif ke Indonesia

- detikFinance
Kamis, 25 Jun 2009 12:52 WIB
BI: Keputusan The Fed Berdampak Positif ke Indonesia
Jakarta - Keputusan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mempertahankan kebijakan suku bunga rendah 0-0,25% akan berdampak positif ke Indonesia. Salah satu indikasinya adalah penguatan nilai tukar rupiah pada hari ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono menyatakan, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan bahwa kontraksi perekonomian telah melambat yang tercermin dari belanja rumah tangga yang stabil dan meningkatnya inventori.

"Ini baik bagi ekonomi Indonesia karena sentimen positif pertumbuhan ekonomi AS akan berdampak pada ekonomi global dan Indonesia," ujar Hartadi kepada detikFinance, Kamis (25/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Hartadi, FOMC juga menyatakan bahwa risiko deflasi sudah menurun dan inflasi AS tetap bertahan karena sumber ekonomi AS masih terbatas meski ada tanda-tanda kenaikan harga energi dan komoditas lainnya.

"Secara keseluruhan keputusan FOMC diperkirakan membawa sentimen positif terhadap Indonesia, seperti tercermin mulai menguatnya nilai tukar hari ini," pungkas Hartadi.

Pertemuan FOMC secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya dikisaran 0% hingga 0,25% The Fed juga menepis kekhawatiran soal inflasi.

Pernyataan dari hasil pertemuan FOMC kali ini nyaris tidak banyak berubah dari pernyataan dalam pertemuan terakhir FOMC pada 29 April lalu. FOMC tetap menyatakan bahwa perekonomian AS masih melemah namun sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads