Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono menyatakan, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan bahwa kontraksi perekonomian telah melambat yang tercermin dari belanja rumah tangga yang stabil dan meningkatnya inventori.
"Ini baik bagi ekonomi Indonesia karena sentimen positif pertumbuhan ekonomi AS akan berdampak pada ekonomi global dan Indonesia," ujar Hartadi kepada detikFinance, Kamis (25/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan keputusan FOMC diperkirakan membawa sentimen positif terhadap Indonesia, seperti tercermin mulai menguatnya nilai tukar hari ini," pungkas Hartadi.
Pertemuan FOMC secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya dikisaran 0% hingga 0,25% The Fed juga menepis kekhawatiran soal inflasi.
Pernyataan dari hasil pertemuan FOMC kali ini nyaris tidak banyak berubah dari pernyataan dalam pertemuan terakhir FOMC pada 29 April lalu. FOMC tetap menyatakan bahwa perekonomian AS masih melemah namun sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
(qom/lih)











































