Kucurkan Rp 500 miliar, Bank Mandiri Gandeng Indomobil Finance

Kucurkan Rp 500 miliar, Bank Mandiri Gandeng Indomobil Finance

- detikFinance
Kamis, 25 Jun 2009 13:50 WIB
Kucurkan Rp 500 miliar, Bank Mandiri Gandeng Indomobil Finance
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk mengalokasikan dana sekitar Rp 500 miliar untuk para nasabah (end usser) terkait kerjasama pembiayaan kredit pembelian mobil dengan PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance).
 
Menurut Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Zulkifli Zaini, hal ini merupakan bagian dari transaksi di Commercial Banking Bank Mandiri untuk mempercepat penyaluran kredit kepada masyarakat.
 
Pengalokasian itu sejalan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pembiayaan Bersama kepemilikan kendaraan antara Bank Mandiri dengan Indomobil Finance yang ditandatangani oleh Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman Direktur Special Asset Management Bank Mandiri, Jusak Kertowidjojo Direktur Utama Indomobil Finance dan Alex Sutisna Direktur Indomobil Finance di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
 
“Kami optimis kerjasama ini akan berjalan baik dan akan memberi keuntungan bagi kedua pihak, karena didukung dengan jaringan pemasaran yang cukup luas dari Indomobil Finance, di samping pengalaman panjang dalam usaha pembiayaan yang sudah sangat teruji sehingga Indomobil Finance dapat menjaga kualitas portofolionya dengan baik,” kata Zulkifli.
 
Menurut Zulkifli, jangka waktu penarikan fasilitas dengan limit sebesar Rp 500 miliar ini adalah 18 bulan terhitung sejak penandatanganan PKS dan dapat diperpanjang kembali. Porsi pembiayaan yang berlaku adalah 95% Bank Mandiri dan 5% Indomobil Finance.

“Jangka waktu pembiayaan nasabah maksimal 36 bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kerjasama,” kata Jusak.
 
Indomobil Finance adalah perusahaan yang tergabung dalam Indomobil Group. Indomobil Group merupakan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) dan juga sebagai distributor dari 10 merek kendaraan roda empat yaitu Audi, Hino, Mazda, Nissan, Renault, Suzuki, Ssangyong, Volkwagen, Volvo dan Chery, dengan ragam produk mencakup kendaraan roda dua, roda empat, niaga, truk, bus, alat berat dan kendaraan angkutan umum. Termasuk ATPM kendaraan roda dua merk Suzuki.
 
"Walaupun di semester I-2009 ini sempat terjadi penurunan usaha, namun kami tetap optimis di semester II-2009 sampai dengan 2010 bisnis otomotif akan membaik sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat yang akan mendorong perkembangan usaha domestik termasuk peluang pembiayaan motor dan mobil," tambah Jusak.
 
Selain kerjasama pembiayaan kredit bersama, kedua perusahaan juga menandatangani Kerjasama Cash Management - Mandiri Open Payment antara Bank Mandiri dengan Indomobil Finance berisi penggunaan channel Bank Mandiri untuk pembayaran angsuran end usser Indomobil Finance.
 
“Kami yakin Jaringan Bank Mandiri yang luas dapat menjadi nilai tambah bagi Indomobil Finance dalam hal collection pembayaran angsuran end user sehingga Indomobil dapat lebih mengoptimalkan cash flow ,” jelas Zulkifli.
 
Ia menambahkan, para nasabah dapat memanfaatkan Jaringan elektronik Bank Mandiri meliputi ATM MANDIRI, Internet Banking Mandiri dan SMS Banking Mandiri untuk setoran pembayaran angsuran.
 
Saat ini, Indomobil Finance memiliki jaringan 73 kantor cabang dan 114 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dan didukung penuh oleh dealer Indomobil. Wilayah pemasarannya meliputi Jabodetabek, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
 
Kinerja Bank Mandiri per Maret 2009
 
Kredit tumbuh 30,5% (Year on Year) atau sebesar Rp 41,4 triliun, yaitu dari Rp 135,5 triliun menjadi Rp176,9 triliun.
 
Jumlah dana murah meningkat 14,4% atau sebesar Rp 19,6 triliun yaitu dari sebesar Rp 136,2 triliun menjadi Rp 155,7 triliun.
 
Net Interest Margin (NIM) naik dari sebesar 5,03% menjadi 5,47%. Cost Efficiency Ratio (CER) membaik dari 41,1% menjadi sebesar 35,1%.
 
NPL Netto 1,46%. Laba bersih mencapai Rp 1,40 triliun atau tumbuh 0,8% dari pencapaian periode yang sama tahun 2008 yang sebesar Rp 1,39 triliun.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads