Menurut Dirut BHSB Ida Bagus Kade Perdana, peningkatan laba ini dipicu kenaikan pendapatan bunga bersih, peningkatan fee based income serta kredit.
"Hal ini tercermin dari membaiknya rasio beban operasional dan pendapatan operasionalperseroan dari sebesar 85,7% di 2007 menjadi 77,43% di 2008," katanya dalam siaran pers, Minggu (28/6/2009).
Selain laba, penyaluran kredit BHSB juga meningkat Rp 80,7 miliar atau tumbuh sekitar 45,8% dari 2007 yang hanya Rp 176,1 miliar menjadi Rp 256,9 miliar di 2008.
Dana Pihak Ketiga (DPK) pun mengalami kenaikan sebesar Rp 63,4 miliar atau tumbuh 36,7% dari Rp 172,7 miliar pada 2007 menjadi Rp 236,1 miliar pada 2008.
Sedangkan dari sisi kredit macet, Non Performing Loan (NPL) gross BHSB masih di kisaran 0,75% atau jauh di bawah ambang batas BI yang sebesar 5%.
Pencapaian ini, lanjut Ida Bagus, juga didorong strategi perseroan untuk fokus pada 2 hal yaitu penghimpunan dana dan penyaluran kredit.
"Dan untuk mencapai target penyaluran kredit, BHSB akan mengoptimalkan pemasaran baik kepada existing debitur maupun yang baru termasuk take over debitur bank lain, melakukan pengembangan produk dan penyempurnaan business process, serta peningkatan jumlah, kompetensi dan produktivitas account oficer," tambahnya.
EVP Change Management Office Bank Mandiri Haryanto Budiman menambahkan, aset BSHB juga tercatat tumbuh sebesar 28,7% yaitu dari Rp 309,5 miliar pada 2007 menjadi Rp 398,3 miliar di 2008.
Bank Sinar Harapan Bali biasa dikenal sebagai Bank Sinar diakuisisi Bank Mandiri dan resmi menjadi anak usaha pada Maret 2008. Bank Mandiri mengambilalih 80% saham kepemilikan di Bank Sinar. (lih/lih)











































