Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia selanjutnya akan digelar pada Jumat, 3 Juli 2009 atau hanya 5 hari sebelum pemilihan presiden 2009 pada 8 Juli 2009.
Menurut ekonom Martin Panggabean, faktor politik ini memang sangat dominan meski kondisi ekonomi saat ini sebetulnya tidak terlalu membutuhkan penurunan BI Rate. BI Rate cukup bertahan di posisi saat ini alias stagnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menjelaskan, penurunan BI Rate sudah tak diperlukan lagi karena dampaknya pada bunga kredit perbankan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Perbankan hingga kini masih 'pelit' menurunkan bunga kreditnya meski BI sudah berkali-kali menurunkan BI Rate.
"Menurunkan BI Rate hanya bikin bunga deposito turun tapi suku bunga kredit nggak turun. Jadi hanya akan menguntungkan perbankan," katanya.
Ia menambahkan, penurunan BI Rate di kemudian hari tidak akan berlangsung lama. BI Rate hanya akan bisa bertahan di kisaran saat ini hingga akhir kuartal 3 saja. Pada saat itu, BI diperkirakan terpaksa menaikkan lagi BI Rate karena terdesak inflasi yang tinggi dan harga pangan dunia yang naik.
"Setelah itu (kuartal 3) kenyataannya inflasi akan naik. Ada juga puasa, lebaran dan juga harga pangan dunia dan BBM. Itu sudah nggak bisa (rendah) lagi," tambahnya.
(lih/lih)










































