Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (29/6/2009), Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga tercatat naik 20,41 persen dari Rp 19,8 triliun per Mei 2008 menjadi Rp 23,84 triliun per Mei 2009.
Kenaikan tersebut seiring dengan volume usaha Bank Jabar Banten yang juga meningkat 18,29 persen dari Rp 24,71 triliun per Mei 2008 menjadi Rp 29,23 triliun per Mei 2009. Sedangkan untuk laba sebelum pajak perseroan juga tercatat naik 76,35 persen dari Rp 268 miliar pada Mei 2008 menjadi Rp 204,95 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain untuk ekspansi jaringan kantor, pembukaan cabang ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kami di wilayah Jakarta. Karena keberadaan kantor cabang kami di Arthaloka dan Kebayoran Baru dirasakan masih belum optimal dalam memberikan pelayanan dan menggali potensi dana, kredit maupun jasa lainnya khususnya di wilayah Jakarta Utara," kata Dirut Bank Jabar Banten Agus Ruswendi.
Jakarta Utara dikenal sebagai kota industri dan bisnis karena di wilayah ini terdapat begitu banyak perusahaan industri dan sentra perdagangan yang terbagi dalam beberapa kawasan industri diantaranya kawasan Berikat Nusantara (KBN) termasuk Cakung, Cilincing, Tanjung Priok, Marunda dan pasar Mangga Dua.
"Ke depan, kami pun merencanakan untuk membuka jaringan kantor di wilayah Jakarta Timur dan Barat. Sehingga nantinya setiap kantor cabang tersebut dapat mengelola dan menggali potensi dana, kredit serta jasa lainnya di seluruh wilayah Jakarta," katanya.
Sampai sekarang, total kantor cabang Bank Jabar Banten mencapai 195 kantor dan 163 ATM di seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, Surabaya dan Semarang. (lih/qom)











































