Direktur Bank Permata Herwidayatmo mengatakan, CAR Bank Permata masih akan tetap bertahan di angka 13%. Angka itu masih di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.
"Kami mematuhi instruksi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung sebagai warga negara dan perusahaan yang patuh pada hukum dan mempunyai tata kelola yang baik," ujar Herwidayatmo dalam siaran persnya, Selasa (30/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja kami tetap solid dan kepercayaan pasar tidak pernah terganggu, bahkan menguat," katanya.
Memanasnya kembali kasus cessie Bank Permata dengan dijadikannya Joko Tjandra sebagai buron juga tidak mempengaruhi kinerja Bank Permata. Sejauh ini menurut Herwid, bisnis Bank Permata tetap berjalan seperti biasa.
"Bank Permata selalu didukung penuh oleh kedua pemegang saham utama yaitu Astra Internasional dan Standard Chartered Bank yang merupakan dua institusi terbesar dan terkemuka bukan saja di Indonesia, tapi juga dunia," pungkasnya.
Pada Senin (29/6/2009) kemarin, uang titipan sebesar Rp 546 miliar di Bank Permata sudah dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini uang tersebut sudah masuk ke kas negara lewat rekening Menteri Keuangan (Menkeu).
"Eksekusi sudah dilaksanakan. Uang masuk ke Kas Negara lewat rekening Menkeu di BI," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan kepada wartawan di Bank Permata, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2009).
Pradjoto kuasa hukum Bank Permata mengatakan dengan adanya eksekusi uang sebesar Rp 546 miliar, Bank Permata tidak akan mengalami kesulitan likuiditas.
"Bank Permata tidak akan mengalami kesulitan likuiditas," tandasnya.
Amar putusan MA pada 11 Juni mengumumkan pemilik Bank Bali itu dan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin divonis penjara 2 tahun. Keduanya dinyatakan terbukti salah dalam kasus korupsi BLBI yang melibatkan Bank Bali dan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
Dalam putusan itu, barang bukti berupa uang Rp 546 miliar dan surat-surat disita oleh negara.
Terkait kinerja Bank Permata, hingga triwulan I-2009 mencatat laba bersih Rp 169,3 miliar atau turun tipis 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data BI, Bank Permata kini memiliki aset Rp 54,375 triliun.
(qom/qom)











































