Hal ini disampaikan oleh Direktur Panin, Edy Heryanto kepada wartawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Panin di Kantor Pusat Panin, Jakarta, Selasa (30/06/2009).
Waran seri IV ini diterbitkan menyertai penawaran umum saham terbatas (right issue) kepada pemegang saham VII perseroan pada tahun 2006 yang jika dikonversi seluruhnya akan mencapai Rp 1,61 triliun. Sisa waran masih dapat dikonversi sampai dengan Juli 2009.
Di 2008 Bank Panin berhasil meraup laba bersih tahun 2008 sebesar Rp 701,4 triliun. Total aset perseroan juga meningkat 20% menjadi Rp 64,4 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan atau 47% menjadi Rp 46,0 triliun. Sedangkan untuk kredit yang disalurkan mencapai Rp 36,5 triliun atau naik 26%.
"Perolehan laba didukung oleh peningkatan kredit di segmen ritel dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujarnya.
Edy mengatakan, pertumbuhan DPK Panin terus menunjukan perkembangan yang baik. "Sampai dengan bulan Mei 2009, DPK Panin tumbuh mencapai Rp 4 triliun," kata Edy.
Selain itu, di tahun 2009 ini fokus bisnis Panin 70% tetap disektor UMKM dan konsumer
(Rumah dan Mobil) sedangkan 30 % khusus untuk sektor korporasi.
"Sektor korporasi sendiri kita juga terus melakukan pembiayaan khusus di infrastruktur," jelasnya.
Edy mengatakan bahwa pihaknya optimistis target pertumbuhan kredit tahun 2009 akan mencapai 12% sampai 15%.
Terkait suku bunga, lanjut Edy, Panin sudah menurunkan suku bunganya mencapai 300 bps. "Untuk bunga kredit KPR saat ini berada di kisaran 10,8% dan UMKM dikisaran 12,5% sampai 13,5%, bunga kredit sudah turun 300 bps," jelasnya.
Edy menegaskan prinsip kehati-hatian dijalankan oleh Panin untuk menekan rasio kredit bermasalah (NPL) melalui pencadangan konservatif. "Hingga Mei 2009, NPL tetap stabil di kisaran 2% untuk net dan 4% untuk gross," tuturnya.
(dru/dnl)











































