Hal tersebut dikatakan Direktur Utama BRI Syariah, Ventje Rahardjo dalam Grand Launching BRI Syariah di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (01/07/2009).
"Outstanding pembiayaan sampai saat ini sudah mencapai Rp 1,5 triliun, nanti di akhir tahun bisa menjadi Rp 3 triliun yang akan diperoleh dari nasabah-nasabah dengan account komersial besar Rp 25 miliar sampai Rp 50 miliar," ujarnya Ventje.
Ventje mengatakan, 70% pengembangan bisnis BRI Syariah akan masuk pada pasar ritel. "Tentunya kita akan masuk ke berbagai macam layanan pembiayaan, terutama ritel Rp 5 miliar ke bawah selain itu pertama kali yang akan kita kenaikan ke masyarakat adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah," ujarnya.
Sementara 30% sisanya, lanjut Ventje, akan fokus di bisnis komersial. "Kami akan menunjang segmen telekomunikasi, energi, kontaktor BUMN untuk menggerakkan ekonomi," tuturnya.
Di tahun 2010, Ventje juga menegaskan dengan percepatan pertumbuhan di segmen retail, maka pada tahun tersebut (2010) jumlah nasabah bisa menjadi 200 ribu orang.
Untuk modal, Ventje mengatakan, sesuai dengan RUPS BRI kemarin ada rencana penambahan modal sebesar Rp 500 miliar pada kuartal III-2009. "Jadi modal nantinya akan bertambah menjadi Rp 1 triliun," paparnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukan perkembangan yang baik. Ventje mengatakan DPK BRI Syariah mencapai Rp 600 miliar.
"Di samping itu semua, nanti bergabungnya kantor-kantor BRI dalam memberikan layanan syariah akan sangat mendukung percepatan yang sangat luar biasa bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia," tuturnya.
Ia mengatakan jumlah kantor bank yang menyelenggarakan layanan syariah berjumlah 1.107 kantor.
Selain itu langkah strategis BRI Syariah adalah melakukan revitalisasi atas 55 kantor cabang dengan brand image yang baru. Nantinya diharapkan akan menjadi layanan bank ritel modern.
Integrasi layanan BRISyariah dengan jaringan kantor BRI juga ditingkatkan melalui office channeling . Disamping itu berbagai produk dan layanan baru akan segera diluncurkan mengikuti peresmian BRISyariah ini. Produk layanan nasabah individu atau konsumer serta untuk nasabah usaha dengan fokus pada nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk koperasi syariah dan baitul mal wat tamwil (BMT).
Halย lain yang sangat strategis adalah membentuk organisasi dan SDM yang berorientasi pada pelayanan nasabah dengan paradigma bank syariah modern dan menjadi bagian dari mainstream banking industri perbankan Indonesia.
(dru/dnl)











































