Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo mengatakan BNI mendukung dan memberikan perhatian khusus kepada Industri yang dapat menurunkan polusi karbon.
BNI akan menjadi bank pertama di Indonesia yang mendukung proyek karbon tersebut dengan nama Clean Development Mechanism (CDM). CDM merupakan program yang diluncurkan pada Perjanjian Kyoto untuk memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan yang mampu menurunkan polusi karbon.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, dengan Agnes Safford, Director Green WorksAsia, dan Marbell, Executive Managing Director , Head of Carbon Finance Climate Change Capital Limited , di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (02/07/2009).
Menurut Gatot, inisiatif ini merupakan komitmen BNI sebagai perusahaan dengan misi bisnis yang bersifat berkelanjutan. "BNI menilai bahwa terpeliharanya kualitas lingkungan merupakan prinsip bisnis yang memberikan manfaat dan keuntungan bersama dan berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga dinikmati oleh generasi yang akan datang," ujarnya.
Gatot mengatakan, Climate Change Capital Limited sanggup menyediakan dana sebesar US$ 1,18 miliar untuk mendukung polusi karbon di Asia Tenggara."Pembiayaan tersebut salah satunya untuk beberapa proyek minimal 50 MW," jelasnya.
Direktur Korporasi BNI, Krisna Suparto mengatakan, bahwa sudah ada 5 perusahaan yang ingin ikut proyek tersebut melalui BNI.
"Sudah ada perusahaan yang mengajukan kredit melalui proyek karbon ini senilai US$ 200 juta," jelasnya.
Sebelumnya, BNI juga menjadi Bank Pertama dari Indonesia yang tercatat sebagai anggota United Nation Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) sejak 2005.
Tahun lalu, BNI juga ditunjuk untuk sebagai official bank pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB untuk perubahan iklim (United Nation - Climate Change Conference ) di Bali. Dua bulan lalu, BNI juga ditunjuk sebagai official bank peneyelenggaraan World Ocean Cinference (WOC) di Manado.
BNI juga telah dipercaya sebagai bank penyalur pinjaman lunak untuk lingkungan dari beberapa lembaga dunia seperti Skim Pollution Abatement Equipment dari Japan Bank dari Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) Frankfurt, Jerman.
(dru/dnl)











































