Perbankan Harus Kembali ke Produk Konvensional

Perbankan Harus Kembali ke Produk Konvensional

- detikFinance
Kamis, 02 Jul 2009 13:43 WIB
Perbankan Harus Kembali ke Produk Konvensional
Jakarta - Perbankan seharusnya tidak boleh bermain-main pada produk-produk derivatif di tengah situasi ekonomi dunia yang masih belum stabil khususnya di sektor keuangan.

Direktur Treasury Bank Negara Indonesia (BNI) Bien Subiantoro mengatakan saat ini perbankan harus kembali kepada produk-produk dasar guna mengurangi risiko yang akan dihadapi bank.
Β 
"Perbankan tidak main surat berharga ataupun produk yang dijual turun-temurun seperti produk-produk yang bersifat spekulatif," ujarnya di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (02/07/2009).

Bien mengatakan, Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang baru saja dirilis memang akan mengatur ketat penjualan produk-produk derivatif oleh perbankan. "Sehingga dengan adanya PBI ini, peraturan ketat akan mendampingi produk baru seperti structured product ," tuturnya.

Dijelaskan Bien, di BNI sendiri sebelum terjadi krisis pihaknya telah menarik produk tersebut. "Kita sudah kembalikan menjadi back to basic , jadi praktis eksposure structured product sudah tidak ada di BNI," kata Bien.

Bank Indonesia (BI) dalam PBI Nomor : 11/26/ PBI / 2009 tentang Prinsip Kehati-hatian Dalam Melaksanakan Kegiatan Structured Product Bagi Bank Umum yang mulai berlaku 1 Juli 2009, mewajibkan perbankan untuk mengantongi izin terlebih dahulu sebelum mengeluarkan structured product . Ketentuan ini dikeluarkan di tengah instrumen keuangan yang semakin tinggi kompleksitasnya.

Pesatnya inovasi terhadap bentuk maupun struktur instrumen keuangan yang memiliki kompleksitas tinggi, terutama dalam bentuk structured product , dapat berakibat meningkatnya risiko yang dihadapi oleh bank.

Di lain pihak aspek transparansi terkait structured product kepada nasabah juga perlu ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads