Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
"Perkembangan ekonomi global menunjukkan tanda perbaikan, tiba di bottom -nya. Negara-negara lain juga sudah ada perbaikan," ujar Miranda.
"Ekspor lebih baik. Data terakhir menunjukkan bahwa ekspor sudah membaik, transaksi berjalan juga akan lebih baik sekitar US$ 2,2 miliar. Sisi domestik bisa di atas 5%," imbuhnya.
Permintaan dunia memang masih belum kembali seperti biasa, masih berhati-hati. Namun menurut Miranda, BI melihat ada hal yang menggembirakan yakni pertumbuhan ekonomi triwulan II sebesar 3,4-4%. Demikian pula penyaluran kredit juga sudah mulai membaik.
BI melihat tanda-tanda inflasi terus melunak yakni year to date 2,1%, sementara inflasi ke depan diperkirakan 5-7%. Nilai tukar rupiah akan stabil kedepannya.
BI sejak awal tahun 2009 memang terus menurunkan BI Rate secara bertahap sebesar 25 basis poin. Rentetan penurunan BI Rate sejak awal tahun adalah:
- Januari 2009: 8,75%
- Februari 2009: 8,25%
- Maret 2009: 7,75%
- April 2009: 7,50%
- Mei 2009: 7,25%
- Juni 2009: 7%.











































