Selain itu, menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Bank BUMN juga bisa terancam kehilangan pangsa pasar jika penurunan dilakukan terburu-buru.
"Kita enggak bisa melakukan itu karena market share bank BUMN cuma tinggal 30 persen. Tunggu saja waktunya. Kita enggak bisa paksakan, karen kalau dipaksakan, bank BUMN akan kehilangan market," katanya usai menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Sabtu (4/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, saat ini masih banyak bank swasta yang suku bunganya cukup tinggi agar tidak terjadi kekeringan likuiditas. Kementerian Negara BUMN akan terus melakukan monitoring terkait dengan suku bunga kredit bank plat merah.
"Selama ini kita monitor terus kalau terlalu tinggi. Untuk sampai sekarang memang masih tinggi, tapi sudah mencapai pada ekuilibrium baru di pasar," ujarnya.
(ang/qom)











































