Spin Off Unit Usaha Syariah, BNI Suntik Rp 200 Miliar

Spin Off Unit Usaha Syariah, BNI Suntik Rp 200 Miliar

- detikFinance
Minggu, 05 Jul 2009 14:16 WIB
Spin Off Unit Usaha Syariah, BNI Suntik Rp 200 Miliar
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) segera menyuntikkan modal sebesar Rp 200 miliar terkait rencana melakukan spin off unit usaha syariah-nya di semester kedua tahun 2009. Islamic Corporation for The Development of Private Sector (ICD) juga berencana suntik sebesar US$ 500 juta.

"Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan modal minimum Bank Syariah sebesar Rp 500 miliar, maka kita akan tambah modalnya sebesar Rp 200 miliar," ujar Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo usai acara nonton bersama nasabah BNI di Plaza Senayan, Jakarta, Minggu (05/07/2009).

Saat ini modal unit usaha syariah (UUS) BNI sebesar Rp 300 miliar. Rencananya, BNI akan melakukan spin off atas UUS BNI dan mendirikan Bank Syariah BNI pada semester II-2009.

"Saat ini spin off sedang dalam masa persiapan. Semester II-2009 akan selesai," ujarnya.

Gatot juga mengatakan, setelah spin off selesai dilaksanakan, ICD akan menyuntik modal kepada Bank Syariah BNI.

"ICD sudah komit sebesar US$ 500 juta. Namun akan diberikan bertahap setelah spin off selesai selama tiga tahun. Untuk tahap awal, setelah spin off, ICD akan menyuntikkan dana sebesar US$ 250 juta ke Bank Syariah BNI," ungkapnya.

Fokus bisnis Bank Syariah BNI, Gatot melanjutkan, akan masuk ke sektor komersil. "Semua masih akan dipersiapkan (spin off) dari karyawan, banking sistemnya, kantor fisik cabang. Bank Syariah BNI nantinya akan lebih fokus ke komersial dan sebagai jalur akses investor asing untuk Indonesia," pungkasnya.

(dru/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads