Dampak Penurunan BI Rate Tertahan Pilpres

Dampak Penurunan BI Rate Tertahan Pilpres

- detikFinance
Senin, 06 Jul 2009 08:45 WIB
Dampak Penurunan BI Rate Tertahan Pilpres
Jakarta - Penurunan BI Rate terbaru sebesar 25 bps menjadi 6,75% tidak akan segera berdampak kepada penurunan suku bunga pinjaman bank. Langkah stimulasi dari otoritas moneter itu akan berhadapan dengan ketidakpastian akibat tensi politik yang tinggi menjelang dan sesudah Pilpres 2009.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Bambang Soesatyo kepada detikFinance, Senin (6/7/2009).

"Suhu politik pasca Pilpres 2009 diperkirakan lebih panas, mengingat sejumlah kalangan, sejak pekan lalu telah menyatakan sikap sulit untuk mempercayai pemungutan suara pilpres berlangsung jujur," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap kurang percaya itu mengacu pada isu DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang masih bermasalah. "Bahkan Capres Megawati Soekarnoputri sudah memastikan akan melancarkan protes keras jika pilpres berlangsung curang. Belum lagi keberatan berbagai pihak atas isu pilpres satu putaran," katanya.

Bambang mengatakan reaksi keras atas jalannya Pilpres 2009 dipastikan bakal mengeskalasi ketidakpastian, faktor ini akan menambah bobot risiko.

"Karena itulah perbankan akan memberi respons sangat minimal atas penurunan BI Rate itu. Alih-alih menurunkan suku bunga, bank-bank diduga tidak berani atau menunda pencairan kredit baru untuk modal kerja atau investasi. Tidak tertutup kemungkinan bank justru menaikkan bunga pinjaman mengingat naiknya bobot risiko," paparnya.

Artinya, dampak penurunan BI rate terhadap penurunan suku bunga pinjaman bank akan terwujud setelah stabilitas politik tercapai. Kapan stabilitas politik bisa tercapai, sulit diperkirakan dan bersifat relatif. Para eksekutif bank biasanya punya tolak ukur sendiri.
Β 
"Jika laju inflasi terkendali, BI Rate pasti diturunkan lagi. Laju Inflasi beberapa bulan ke depan diperkirakan 5 sampai 7%," ungkapnya.

Namun menurut Bambang belum ada jaminan suku bunga pinjaman dan deposito bisa turun. "Agak membingungkan, karena instrumen BI Rate seperti tidak lagi jadi acuan," imbuhnya.

Januari 2009, BI Rate diturunkan 8,75%, Februari menjadi 8,25%, diturunkan pada Maret menjadi 7,75%, April menjadi 7,50%, Mei 7,25% dan Juni jadi 7%

"Sayang, hingga awal Juli, suku bunga pinjaman masih di level 13"," pungkasnya. (dnl/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads