Demkian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro usai melakukan penyontrengan di TPS 05, Jalan Denpasar II, Jakarta, Rabu (8/7/2009).
"Laba di semester I sekitar 110 persen dari target 6 bulan. Ini lampau target RKAP," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan, sepanjang 6 bulan pertama, bank plat merah tersebut sudah mengucurkan kredit sebesar Rp 5 triliun. Sedangkan target penyaluran kreditnya sendiri hingga akhir tahun 2009 diharapkan sebesar Rp 15 triliun.
"Di kita itu siklusnya (penyaluran kredit) selalu besar di belakang (akhir tahun)," ungkapnya.
Membaik kondisi ekonomi Indonesia berpengaruh juga terhadap tingkat kredit macet (Non Performing Loan/NPL) perseroan. Menurut Iqbal, posisi NPL BTN per Juni 2009 sudah di bawah 4 persen.
"Sudah turun dibandingkan bulan Mei," ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.
Pilpres Dorong Perekonomian
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Latanro juga menyatakan harapannya akan hasil pilpres kali ini bisa mendorong perekonomian Indonesia menuju yang lebih baik.
"Harapannya kita bisa bersatu kembali setelah pilpres. Bisa mewujudkan satu harapan yang sama untuk indonesia sehingga memberi lingkungan yang kondusif kepada bisnis," katanya usai melakukan penyontrengan di TPS 05, Jalan Denpasar II, Jakarta, Rabu (8/7/2009).
Iqbal yang datang satu rombongan bersama istri dan anaknya itu juga mengatakan, untuk memajukan ekonomi Indonesia yang semakin kuat diperlukan pemikiran yang sejalan antara pemerintah baru dengan pelaku bisnis.
Direktur utama bank plat merah itu tidak memerlukan banyak waktu dalam menyontreng calon presiden Indonesia berikutnya.
Pria yang datang memakai baju putih, celana krem dan sepatu kulit hitam itu juga merasa, penyontrengan kali ini lebih tertib daripada pemilihan legislatif beberapa saat yang lalu.
"Selain itu tingkat partisipasinya juga meningkat, semoga bisa dorong ekonomi ke arah lebih baik," ungkapnya.
(ang/qom)











































