Fitch juga menetapkan peringkat nasional jangka panjangΒ di 'A+(idn)' dengan Prospek Positif, peringkat Individual di 'D' dan peringkat Dukungan di '4'.
Fitch dalam siaran persnya, Jumat (10/7/2009) menjelaskan, peringkat BTPN merefleksikan kekuatannya dalam mencetak laba, rekam jejak yang baik atas kredit kepada pensiunan serta tim manajemen yang berpengalaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun pertumbuhan yang cepat dalam kredit mikro menimbulkan tantangan tersendiri, prospek bank dinilai Positif karena adanya dukungan tim manajemen yang berpengalaman, inisiatif untuk mendapatkan pendanaan yang berjangka waktu lebih panjang serta dukungan operasional dan kemungkinan juga keuangan dari pemegang saham utamanya yaitu Texas Pacific Group (TPG).
Profitabilitas bank yang diukur dengan tingkat imbal hasil atas aset sebelum pajak yang disetahunkan (annualised pre-tax ROA) tetap kuat meskipun sedikit menurun di kuartal pertama 2009 menjadi 2,4% (2008: 4,7%) karena kenaikan biaya dana dan biaya untuk mendukung ekspansi perbankan mikro.
Menurut perhitungan Fitch, pendapatan bunga bersih bank (NIM) adalah 9,7% dan merupakan salah satu yang tertinggi di industri (rata-rata industri 2008: 6,4%). Hal ini dikarenakan karena tingginya tingkat pengembalian kredit yang diberikan kepada pensiunan. Ekspansi perbankan mikro diharapkan dapat meningkatkan NIM meskipun hal ini juga tergantung dari kemampuan bank untuk mengembangkan sisi pendanaan retailnya.
BTPN berencana untuk melanjutkan pertumbuhan yang cepat dari kredit mikronya. Atas rencana ini Fitch memandang bahwa bahwa hal utama yang harus mendapatkan perhatian adalah risiko eksekusi serta kemungkinan dampak ekspansi ini terhadap stabilitas usaha yang ada saat ini.
Namun demikian, hadirnya tim manajemen yang berpengalaman diharapkan akan dapat menurunkan risiko dimaksud. Biaya operasional akan meningkat ditahun-tahun mendatang sejalan dengan pertumbuhan usaha bank, namun tim manajemen percaya bahwa dampak kenaikan biaya terhadap laba akan terbatas.
Kredit kepada pensiunan yang merupakan mayoritas dari kredit BTPN (Q109: 93%) secara historis menunjukkan kinerja yang baik. Kredit bermasalah (NPL) tetap rendah karena adanya akses langsung terhadap manfaat pensiun (sebagai sumber pembayaran kredit pensiunan) yang dibayarkan oleh dana pensiun milik Negara. NPL bruto membaik menjadi 0,8% pada akhir Maret 2009 (2007: 1,3%).
Sumber pendanaan dan ketidakseimbangan jatuh tempo merupakan tantangan utama bank mengingat bahwa deposito berjangka pendek merupakan sumber pendanaan utama untuk penyaluran kredit pensiunan yang berjangka waktu relatif panjang. Sekitar 90% dana pihak ketiga bank merupakan deposito berjangka.
BTPN telah melakukan serangkaian upaya strategis untuk memperbaiki struktur pendanaannya dan juga menambah jaringan cabang sebagai upaya jangka panjang untuk membenahi pendanaan dimaksud. TPG sebagai pemegang saham utama menunjukkan komitmennya terhadap BTPN dengan kesediaanya untuk menginvestasikan kembali seluruh laba yang diperoleh hingga akhir tahun 2010 kedalam bank.
(qom/lih)











































