Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan, yield obligasi negara rupiah pasca pilpres turun tajam sampai dengan 100 bps.
"Volume dan frekuensi perdagangan SUN harian cenderung meningkat, kepemilikan SUN oleh investor asing juga melonjak," ujarnya kepada detikFinance , Sabtu (11/7/2009).
Rahmat menuturkan, kepemilikan investor asing di SUN pada April 2009 atau sebelum pemilihan legislatif (pileg) digelar adalah sekitar 15,2% atau Rp 83,71 triliun, dan naik menjadi 16% atau Rp 88,95 triliun atau naik lebih dari Rp 5 triliun usai pileg digelar.
"Ini disebabkan antara lain oleh hasil pileg maupun pilpres yang menunjukkan kepercayaan investor bahwa akan ada konsistensi terhadap kebijakan ekonomi dan keuangan negara termasuk pengelolaan utang, yang dinilai sangat prudent dan kredibel sehingga prospek ekonomi jangka panjang dinilai sangat menjanjikan," tuturnya.
Dikatakan Rahmat pada 7 Juli 2009 lalu, Japan Rating Agency baru saja menaikkan sovereign credit rating Indonesia dari BB menjadi BB+.
"Juga Credit Market Analyst dari London mengatakan bahwa Indonesia sudah keluar dari daftar 10 negara yg berpotensi default risk (risiko gagal bayar). Moody's juga telah memperbaiki outlook rating Indonesia dari stable menjadi positif," jelasnya.
(dnl/dnl)











































